Sosial Ekonomi Wonosobo Asri

Ini Beberapa Komoditi yang Sudah Naik Harga di Wonosobo

Petugas gabungan dari Dinas Pasar, Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan dan Satpol PP, dan Polres Wonosobo melaksanakan sidak ketersediaan sembako di Pasar Induk Wonosobo.

Petugas mempertanyakan harga sembako yang beredar kepada para pedagang. Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras mengatakan, meski tidak ada kenaikan harga yang signifikan, upaya itu diharapkan membuat masyarakat melewati libur Natal dan Tahun Baru tanpa harus dibayangi adanya isu kenaikan harga sembako.

Abdul mengungkapkan, kegiatan itu merupakan realisasi dari perintah Presiden maupun Kapolri untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga sembako di pasaran.

“Hasil kami hari ini, memang ada kenaikan di beberapa komoditas seperti cabe, telur maupun daging ayam. Namun semuanya masih dalam kategori stabil,” kata Kapolres, Jumat (15/12).

Dari pantauan pihaknya, harga sejumlah komoditas yang beredar di pasar memang masih cukup stabil. Untuk daging sapi kualitas terbaik, masih dihargai Rp 125.000, perkilo oleh pedagang.

Sedangkan beras dengan kualitas terbaik masih stabil dengan harga Rp 13.500 perkilogram.

Peningkatan cukup drastis hanya terjadi pada komoditas telur ayam ras yang naik hingga mencapai harga Rp 25.000 per kilogram. Padahal sebelum Desember, harganya masih berkisar antara Rp 18.000 hingga Rp 20.000 perkilogram.

Selain Pasar Induk, petugas gabungan juga mengunjungi pedagang besar sembako di Jalan Girimargo Wonosobo. Di lokasi tersebut, petugas sempat menanyakan ketersediaan sembakountuk kebutuhan libur Natal dan Tahun Baru.

“Semua stok aman. Semua item sembako juga tersedia dalam jumlah yang cukup. Jika nanti ada kenaikan harga, hanya sebatas di pedagang eceran,” kata AKBP Abdul Waras.

Beberapa pedagang mengaku sengaja menaikkan harga yang ditawarkan kepada para konsumen karena meningkatnya permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Untuk daging ayam, kami menawarkan kepada konsumen seharga Rp. 33.000,- per kilogram. Tapi jika pembeli menawar, kami melepasnya seharga Rp. 31.000 hingga Rp. 32.000, naik Rp 3.000 dari sebelumnya Rp 28 000,” kata pedagang daging ayam, Uliyah.

 

Sumber : Tribunnews