Srumbung korban
Jateng & DIY Kedu

Bekas Jahitan Bantu Temukan Korban Longsor Srumbung

MAGELANG – Diantara korban meninggal dari Dusun Kemburan Desa Jumoyo Kecamatan Salam Kabupaten Magelang akibat tertimbun material lereng bukit yang longsor ada yang belum diketahui identitasnya saat dilakukan pemeriksaan di kamar mayat RSU MUntilan, Senin (18/12/2017) sore. Namun akhirnya identitasnya berhasil diketahui berkat beberapa tanda yang berhasil diketahui.

Dengan diantar anggota tim BPBD Kabupaten Magelang, ada warga yang masuk ke kamar mayat RSU Muntilan. Dari hasil pengamatannya, korban yang semula belum diketahui identitasnya tersebut diketahui benar-benar salah satu warga Dusun Kemburan. “Ini terlihat dari bekas jahitan pada salah satu tangannya,” kata seorang warga setelah keluar dari kamar mayat.

Selain itu juga terlihat adanya gelang di pergelangan tangan dan cincin di salah satu jari tangannya. Delapan orang ditemukan meninggal dunia dan delapan orang lainnya ditemukan mengalami luka akibat terkena dampak longsornya tanah tebing di kawasan kaki Gunung Merapi di wilayah Desa Kaliurang Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang, Senin (18/12/2017).

Delapan penambang manual yang ditemukan meninggal dunia berasal dari Dusun Kemburan Desa Jumoyo Kecamatan Salam Magelang dan Dusun Dermo 2 Desa Bringin Kecamatan Srumbung Magelang. Mereka ditemukan ada yang posisinya berdekatan, dan ada juga yang agak jauh.

Mugiyono, salah satu tokoh masyarakat Dusun Kemburan, mengatakan kelima warga tersebut adalah Achmad Zainuddin, Iwan Dwi, Heri S, Mad Heidi dan Yuni Supriyanto. Ada diantara mereka yang tinggalnya dalam satu komplek, bahkan rumahnya berdampingan, dan ada juga yang berbeda RT. Rencananya keempat korban akan dimakamkan di Kemburan dan 1 korban di Kadirogo, Senin malam.

“Untuk kegiatan tahlilan akan dilakukan secara bersama-sama di masjid,” kata Mugiono yang didampingi warga lainnya sambil mengatakan diantara korban ada yang masih lajang dan ada juga yang sudah berkeluarga.

 

Sumber : Kedaulatan Rakyat