taman lampions solo
Jateng & DIY

Taman Pelangi Beroperasi Pekan Ini

SOLO – Taman Pelangi, sebuah wahana baru di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) yang digarap sejak tiga bulan lalu, dipastikan mulai beroperasi Kamis (21/12/2017). Hingga saat ini, pembenahan landscape serta aneka atraksi, diantaranya taman lampion, air mancur menari, wahana permainan, monorel, dan sebagainya mendekati final.

Direktur Perusahaan Daerah (PD) TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, menjawab wartawan, di kantornya, Senin (18/12/2017) mengungkapkan, Taman Pelangi dioperasikan pada malam hari mulai pukul 17.00 hingga pukul 23.00, sebab keindahan taman ini memang didominasi rekayasa tata cahaya. Sedangkan pada siang hari, sajian lebih mengedepankan wisata konservasi flora dan fauna, terutama kebun binatang.

Saat upacara pembukaan nanti, tambahnya, sajian Taman Pelangi memang belum begitu lengkap sebagaimana rencana yang dituangkan dalam ‘grand design’. Meski begitu, atraksi utama berupa taman lampion yang didesain dalam berbagai bentuk serta air mancur menari di tengah danau Jurug, dipastikan siap menghibur pengunjung. Sedangkan kelengkapan lain, dijadwalkan mulai dikerjakan awal tahun 2018 depan.

“Pengerjaan taman Pelangi ibaratnya kejar tayang, dengan memanfaatkan musim libur akhir tahun,” ujar Bimo.

Sejauh pemantauan KR di lapangan, Taman Pelangi menyajikan lanscape cukup memikat, kendati pada siang hari. Beberapa sajian indah, diantaranya taman bunga tulip yang mengingatkan nuansa Belanda, lampion-lampion aneka jenis satwa berukuran raksasa, padang savana yang didesain dengan tebaran lampu warna warno, dan sebagainya. Saat ‘soft louncing’ Kamis (21/12/2017) nanti, seluruh tata cahaya pada taman lampion dinyalakan, jelasnya, hingga menawarkan keindahan tersendiri.

Menjawab pertanyaan tiket masuk Taman Pelangi, Bimo mengungkapkan, sementara ini ditetapkan sebesar Rp 20 ribu untuk hari Senin hingga Kamis, sedangkan pada hari Jumat hingga Minggu, tiket masuk ditetapkan Rp 25 ribu. Wahana baru di Kota Solo yang dikelola bersama investor PT Cikal Bintang Bangsa ini, pada tahun pertama sejak dioperasikan, diproyeksikan mampu menyedot pengunjung hingga 400 ribu. Sedangkan pada tahun-tahun berikutnya, ditargetkan naik rata-rata 20 per sen per tahun.

Taman Pelangi di TSTJ, menempati areal di sisi Selatan Danau Jurug seluas 1,5 hektare. Masih ada lahan lain di sisi Timur Taman Pelangi seluas sekitar 2 hektare, yang rencananya juga akan dikembangkan sebagai areal komersial dengan menggandeng pihak ketiga. Jadi kawasan TSTJ seluas 14 hektare, jelas Bimo, nantinya dibagi dalam dua segmen, dengan rincian area konservasi berupa kebun binatang dengan menempati lahan 10,5 hektare, dan sisanya dialokasikan sebagai area komersial dengan wilayah pembatas danau Jurug.

 

Sumber : Kedaulatan Rakyat