Tembok milik Pabrik perusahaan olahan jagung di Makassar, roboh dan menimpa sebuah rumah warga. Akibatnya 1 orang tewas dan 3 lainnya mengalami luka.
Nasional

Tembok Pabrik Roboh Timpa Rumah Warga, 1 Orang Tewas 3 Luka

Makassar – Tembok milik Pabrik perusahaan olahan jagung di Makassar, roboh dan menimpa sebuah rumah warga. Akibatnya 1 orang tewas dan 3 lainnya mengalami luka.

Nur Anna (46), seorang ibu rumah tangga meninggal dunia usai tertimpa tembok dari pabrik CV Graha Mitra Sejati. Sementara itu 3 anak Anna mengalami luka dan masih dirawat.

Kejadian tersebut terjadi di Jalan Kapassa Raya, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (21/12/2017) malam sekitar pukul 21.00 Wita. Menurut Ketua RW 03 Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea, Anwar, peristiwa ini diduga akibat hujan deras yang menyebabkan pondasi pagar gudang setinggi 8 meter tersebut amblas dan roboh.

“Berdasarkan keterangan keluarga korban, saat itu Nurjannah mendengar sebuah bunyi dari arah luar rumahnya. Saat dia keluar untuk memperbaiki motornya, dia melihat terjadi getaran dan sempat berteriak roboh,” ujar Anwar saat ditemui di TKP.

Anwar mengatakan, selain Nurjannah diketahui tiga orang anaknya juga mengalami luka parah dan hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

“Akibat robohnya tembok CV Graha Mitra Sejati ini, satu keluarga yang jadi korban. Selain ibunya meninggal dunia, tiga orang anaknya juga luka luka, dan harus dilarikan ke rumah sakit,” lanjutnya.

Saat kejadian, kepala keluarga bernama Daeng Lallang diketahui tidak berada di lokasi. Korban juga mengalami kerugian materil akibat rumah yang hancur hingga dua sepeda motor di dalamnya rusak parah tertimpa tembok dinding.

Kejadian amblasnya tembok gudang milik CV Graha Mitra Sejati itu bukan kali pertama terjadi.

“Ini akibat hujan, robohnya tembok ini yang kedua kalinya, setelah sebelumnya tahun 2004 juga terjadi,” tutur Anwar

Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, AKP Warpa yang berada di lokasi mengatakan hingga kini timnya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami masih selidiki, kami datangi TKP, menolong korban yang hidup, bagi yang meninggal kami panggilkan tim DVI, sekarang kami juga telah lakukan police line di TKP tembok yang roboh itu,” jelas Warpa.

 

Sumber : DetikCom