‘A Man Called Ahok’ Bukan Film Politik

JawaPos.com – Film yang diadaptasi dari buku best seller berjudul A Man Called Ahok karangan Rudi Valinka segera diangkat ke layar lebar. Berjudul sama, film biopic garapan sutradara Putrama Tuta tersebut justru mengangkat asal usul karakter Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang keras dan tegas bermula.

“Saya percaya karakter orang terbentuk karena faktor keluarga, lingkungan. Pasti ada cerita di balik itu,” ujar Rudi yang disetujui oleh sutradara saat konferensi pers peluncuran trailer film A Man Called Ahok di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (5/9).

Meski tak memungkiri sosok yang pernah menjabat jadi bupati Belitung Timur dan Gubernur DKI Jakarta itu lekat dengan dunia politik, yang diangkat dalam film ini justru mengenai sisi humanis Ahok. Sisi parenting ayahnya, Kim Nam mendidik Ahok.

A MAN CALLED AHOK | OFFICIAL TEASER(YouTube/The United Team of Art)

“Ini malah film yang harus diproduksi menurut saya. Layaknya Warkop DKI, Laskar Pelangi, semua punya dasar IP (intellectual property) yang kuat banget seperti Ahok ini. Jadi, buat saya dan mas Emir (produser) ini luar biasa,” kata Reza Hidayat yang juga memproduseri film A Man Called Ahok.

“2 Februari 2017 pak Ahok bikin surat nyetujuin ini buku untuk dibuat film, dari situ kita terus pilih tim, kasih liat script (ke Ahok). Semua yang di sini atas persetujuan beliau,” imbuh Pratama Tuta.

Syuting pun dilakukan selama 37 hari di Belitung. Bisa dibilang, 90 persen pengambilan gambar dilakukan di sana, tempat di mana karakter Ahok terbentuk.

A Man Called Ahok bercerita tentang kehidupan Ahok kecil di Gantong, kepulauan Belitung Timur pada 1976 hingga menjabat jadi Bupati Belitung Timur pada 2005. Basuki, anak sulung dari 5 bersaudara, hidup dalam keluarga bahagia dan tidak kekurangan. Bisnis ayahnya, Kim Nam, di pertambangan baik-baik saja hingga dia berhadapan dengan korupsi dan tidak mau memberi “upeti” pada oknum culas. Bisnis Kim Nam perlahan mundur.

Kim Nam yang antipati dengan korupsi di Belitung mengarahkan Ahok untuk jadi dokter, tapi Ahok punya keinginan berbeda, membuat hubungan ayah-anak jadi renggang. Ahok memutuskan terjun ke dunia politik. Di tengah berbagai halang dan rintangan, dia selalu mengingat nasihat dan mimpi Kim Nam untuk memperjuangkan nasib orang banyak.

Film yang diproduksi The United Team of Art ini rencananya akan ditayangkan pada November 2018. Film berdurasi 90 menit ini dibintangi oleh Chew Kin Wah, Sita Nursanti, Donny Damara, Denny Sumargo, Eriska Rein, Ferry Salim, Eric Febrian dan artis pendukung lainnya.