Mikrobiota Saluran Cerna Penting bagi Tumbuh Kembang Si Kecil

JawaPos.com – Saluran cerna merupakan organ utama yang berfungsi menyerap zat-zat nutrisi yang masuk ke tubuh Si Kecil. Di dalam saluran cerna, hidup dan berkembang berbagai jenis mikroorganisme atau yang biasa disebut mikrobiota. Mikrobiota mempunyai peran penting dalam proses tumbuh kembang Si Kecil.

Kesehatan organ saluran cerna sangat berpengaruh terhadap kesehatan Si Kecil. Sebab, jumlah dan jenis mikrobiota yang terdapat di saluran cerna Si Kecil, terutama saat baru lahir dan usia dini, mempunyai keterkaitan dalam proses penyerapan nutrisi yang akan berpengaruh pada tumbuh kembang Si Kecil dalam jangka panjang.

Di antara beberapa penelitian yang dilakukan para ahli, terdapat dua acuan yang menghubungkan peran mikrobiota saluran cerna dengan tumbuh kembang Si Kecil. Pertama, masa dan kecepatan perkembangbiakan mikrobiota dalam saluran cerna mempunyai kesamaan yang mirip dengan masa dan kecepatan perkembangan sirkuit otak Si Kecil.

Penjelasannya, pada saat bayi baru lahir, mikrobiota saluran cerna relatif steril dan akan mengalami peningkatan jumlah kolonisasi pada awal-awal lahir hingga usia 2 tahun pertama. Setelah itu, komposisi mikrobiota saluran cerna relatif sama dan stabil hingga dewasa. Kondisi tersebut sangat mirip dengan pola dan kecepatan perkembangan otak Si Kecil, yakni kecepatan tertinggi akan terjadi pada masa usia di bawah 2 tahun.

Kedua, riset para ahli membuktikan bahwa di setiap tahap perkembangan, Si Kecil mempunyai jenis dan komposisi mikrobiota yang berbeda-beda. Misalnya, ketika Si Kecil dalam tahap usia perkembangan untuk kemampuan tengkurap, ternyata komposisi mikrobiota saluran cerna berbeda dengan Si Kecil yang sudah memasuki tahap usia perkembangan untuk kemampuan berdiri.

Berbagai penelitian saat ini membuktikan bahwa jumlah dan komposisi mikrobiota saluran cerna pada saat baru lahir mempunyai keterkaitan dengan kejadian obesitas ketika Si Kecil berusia sekolah. Si Kecil yang memiliki jumlah mikrobiota lebih sedikit akan mempunyai risiko obesitas jika dibandingkan Si Kecil dengan jumlah mikrobiota lebih banyak.

Bukti lain, pemberian mikrobiota jenis tertentu dapat mempercepat pemulihan Si Kecil yang mengalami gizi buruk dengan semakin membaiknya kesehatan saluran cerna melalui upaya mengubah komposisi mikrobiota di dalam saluran cerna. Ada juga yang mengaitkan jumlah dan komposisi mikrobiota saluran cerna dengan berbagai kemampuan Si Kecil, terutama dengan gangguan perilaku seperti hiperaktivitas dan autisme.

Namun, dari berbagai penelitian saat ini, masih diperlukan waktu yang lebih panjang dan komprehensif untuk bisa membuktikan kebenaran pendapat tersebut. Penelitian tentang hubungan jumlah mikrobiotika dengan tumbuh kembang Si Kecil harus terus dilakukan. Sekaligus untuk menemukan macam dan jenis mikrobiota yang terbaik bagi perkembangan otak Si Kecil.

Pada umumnya, kebutuhan mikrobiota pada saluran cerna Si Kecil yang baru lahir bisa diperoleh dari air susu ibu (ASI). Berbagai kandungan nutrisi di dalam ASI bisa merangsang pertumbuhan mikrobiota yang diperlukan bayi yang baru lahir. Namun, setelah itu, sangatlah penting untuk tetap menjaga kesehatan saluran cerna Si Kecil pada usia dini.