Cerpen Kompas

Mbah Dlimo

Bila kau ingin bertemu Kiai Amuni, datanglah ke Warung Kopi Kotok di sore hari, sekitar jam empat sampai jam lima sore. Di sana, akan kau dapati lelaki tua, dengan jenggot yang sederhana, memakai sarung palekat, baju batik dan songkok kuno, duduk di pojok warung dengan wajah sumringah. Betul, dialah Kiai Amuni. Orang sini biasa memanggilnya […]

Cerpen Kompas

Perempuan Berambut Api

Dosa terbesar saya hari ini adalah karena saya telah membiarkan rambut saya tergerai. Orang-orang memandang saya dengan kebencian yang tidak saya mengerti. Terutama perempuan tua berambut kusut itu. Ia mengira saya adalah perempuan Liak, yang gemar menari di kuburan desa untuk merapal mantra ilmu hitam. Ia menuduh saya kerap menari memutari Sanggah Cucuk, dengan menaikkan […]

Cerpen Kompas

Aku Membuatmu Bersetia kepada Kesepian dan Kesedihan

Salya termangu. Dataran luas Kurusetra, yang sekejap lalu dipenuhi manusia saling bacok, tiba-tiba kosong. Lengang, seperti sebuah beranda dengan bangku bambu yang bisu. Di atas kereta perangnya, Salya terpaku. Dia merasakan angin lembah membelai pelipisnya yang beruban, yang basah berkeringat. Musim apakah saat ini? Ada panah mendesing, entah dari mana, dan entah mengenai siapa, tetapi […]