Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Kalibeber: Atap Lima Rumah Beterbangan, BPBD Salurkan Bantuan Darurat
Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Wonosobo. Hujan deras yang disertai angin kencang menerjang Kelurahan Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, pada Kamis (9/4/2026) siang. Akibatnya, sedikitnya lima rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan serius pada bagian atap.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonosobo, Sabarno, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Meski menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai jutaan rupiah, pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
“Angin kencang yang terjadi bersamaan dengan hujan deras menyebabkan beberapa atap rumah warga terangkat dan rusak,” ujar Sabarno dalam keterangan resminya.
Fokus Kerusakan di Dua Kampung
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, kerusakan terpusat di dua lokasi utama, yaitu:
1. Kampung Munggang Bawah Rumah milik Wahab Adillah (43) mengalami kerusakan kategori sedang. Area dapur dan kamar menjadi bagian yang paling terdampak. Sebagai langkah antisipasi agar rumah tetap bisa ditempati sementara, petugas telah memasang terpal darurat.
2. Kampung Sarimulyo Empat rumah dilaporkan terdampak di lokasi ini:
-
Slamet Raharjo (60): Kerusakan kategori sedang.
-
Subkhi (52), Muhari (71), dan Sri Maryanto (66): Kerusakan kategori ringan.
Kebutuhan Mendesak: Terpal dan Seng
Pihak BPBD mencatat bahwa kebutuhan paling krusial bagi warga terdampak saat ini adalah terpal untuk menutup lubang atap agar air hujan tidak masuk ke dalam rumah. Namun, untuk perbaikan permanen, warga sangat membutuhkan bantuan berupa seng.
Sinergi Penanganan Darurat
Sejak kejadian berlangsung, personel gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI-Polri, relawan, Banser, hingga petugas PLN telah terjun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pendataan. Selain pemasangan terpal, logistik darurat juga mulai didistribusikan kepada para korban.
BPBD Wonosobo terus mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih tinggi di wilayah Mojotengah dan sekitarnya, warga diminta untuk segera melapor melalui jalur darurat jika melihat tanda-tanda bencana susulan.




