Musibah kebakaran hebat melanda sebuah rumah tinggal di Dusun Duglik, RT 13 RW 04, Desa Pasuruhan, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo pada Selasa (23/6/2026). Bangunan beserta seluruh isinya dilaporkan ludes dilalap si jago merah yang diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik pada peralatan elektronik rumah tangga.

Meski seluruh bangunan hangus tak tersisa, beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Sebanyak 8 orang penghuni dari dua kepala keluarga (KK) yang saat itu berada di dalam rumah berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum kobaran api membesar.
Kronologi: Saksi Dengar Percikan dari Dapur
Kabid Damkar BPBD Wonosobo, Dwi Pamilu Saputra, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, titik api pertama kali diketahui oleh cucu pemilik rumah (Darmito).
Saksi mata awalnya mendengar suara asing yang mencurigakan dari arah dapur sebelum akhirnya melihat api mulai berkobar dari salah satu alat elektronik.
“Saksi mendengar suara percikan mencurigakan sebelum keluar kamar dan mendapati api sudah muncul dari bagian belakang kulkas. Dalam hitungan menit, api dengan cepat merambat ke dinding rumah yang sebagian besar berbahan kayu,” ujar Dwi Pamilu, Selasa (23/6/2026).
Kondisi material bangunan yang didominasi oleh kayu membuat kobaran api langsung mengganas. Warga sekitar sempat mencoba melakukan pemadaman secara manual dengan alat seadanya, namun mengalami kesulitan karena keterbatasan alat dan cepatnya perambatan api.
Kerugian Ditaksir Mencapai Rp80 Juta
Api baru berhasil dikendalikan setelah sejumlah armada dari tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Wonosobo diterjunkan langsung ke lokasi kejadian. Petugas segera melakukan lokalisasi area, penguraian titik api, serta pendinginan intensif guna mencegah perambatan api ke rumah warga lainnya di permukiman yang cukup padat tersebut.
Meskipun api berhasil disekat agar tidak meluas ke bangunan sekitar, rumah utama beserta harta benda di dalamnya gagal diselamatkan. Akibat musibah ini, total kerugian material yang dialami korban ditaksir mencapai Rp80 juta.
Sinergi Evakuasi dan Imbauan BPBD
Proses penjinakan api dan pengamanan lokasi berjalan lancar berkat kesigapan tim gabungan di lapangan.
“Penanganan kebakaran ini turut melibatkan unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan, relawan kebencanaan, serta warga sekitar yang bahu-membahu membantu proses pemadaman dan pengamanan lokasi kejadian,” tambah Dwi Pamilu.
Pasca-kejadian, pihak BPBD Kabupaten Wonosobo mengimbau masyarakat luas untuk memperketat kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran. Warga diminta untuk rutin mengecek kelaikan instalasi listrik dan berhati-hati terhadap penggunaan alat elektronik rumah tangga guna menghindari korsleting serupa.
Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian sudah dinyatakan aman dan kondusif, sementara penyelidikan lanjutan untuk memastikan penyebab utama kebakaran masih berjalan.




