Jembatan tua yang menghubungkan jantung kota Wonosobo dengan Kecamatan Leksono dan Sukoharjo di Desa Gunung Tawang mengalami kerusakan serius. Bagian penyangga sebelah timur mengalami retak parah dan nyaris ambrol, sehingga membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan roda empat.
Jembatan yang sudah berusia lebih dari 30 tahun ini menjadi akses utama warga dari Leksono dan Sukoharjo menuju kota Wonosobo. Namun, akibat kerusakan yang semakin mengkhawatirkan, Pemerintah Kabupaten Wonosobo menutup total akses jembatan untuk perbaikan darurat.
Kondisi Jembatan dan Dampak Penutupan
Dyan, salah satu warga Desa Sojokerto, mengungkapkan bahwa kerusakan mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir. Retakan besar pada tembok penyangga bagian timur membuat batuan dan tulangan nyaris runtuh.
“Akses ditutup karena berbahaya, tetapi sampai hari ini perbaikan belum dimulai,” kata Dyan, Senin (17/3/2025).
Karena jembatan ini merupakan jalur utama, warga kini harus mencari rute alternatif yang lebih jauh. Mereka harus memutar lewat Desa Pakuncen atau melalui jalur Desa Wonokasihan yang tembus ke Bangon.
DPUPR Wonosobo Pastikan Perbaikan Darurat
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Wonosobo, Nurudin Ardiyanto, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan kondisi jembatan dan menemukan bahwa penyebab utama kerusakan adalah usia jembatan yang sudah tua dan beban kendaraan yang melebihi tonase.
“Selama dua hari ini, tim kami telah melakukan pengecekan. Kerusakan utama ada pada bagian lengkung oprit yang berfungsi sebagai penyangga jembatan sebelah timur. Bagian ini mengalami retak atau patah,” jelas Nurudin.
Untuk mencegah kejadian yang lebih fatal, DPUPR telah menutup total akses jembatan dan akan melakukan perbaikan darurat selama tujuh hari ke depan.
Strategi Perbaikan dan Target Operasional Saat Lebaran
Agar arus mudik Lebaran tetap lancar, DPUPR akan melakukan langkah-langkah perbaikan cepat, antara lain:
✅ Membongkar lengkung oprit yang retak
✅ Membangun dinding penahan tanah setinggi 3 meter
✅ Melakukan pengurugan untuk memperkuat struktur jembatan
Mulai Senin malam (17/3) hingga tujuh hari ke depan, jembatan ditutup total untuk semua kendaraan.
“Kami harapkan dalam tujuh hari ini perbaikan darurat bisa selesai, sehingga saat Lebaran jalur ini bisa dilewati kembali,” ujar Nurudin.
Namun, setelah perbaikan darurat selesai, kendaraan yang melewati jembatan tidak boleh melebihi tonase tertentu demi menjaga stabilitas struktur jembatan.
“Perbaikan ini bersifat sementara agar jalur transportasi tetap lancar selama Lebaran. Untuk perbaikan permanen, akan dilakukan setelah musim mudik selesai,” pungkasnya.
Dengan adanya perbaikan darurat ini, warga Wonosobo, Leksono, dan Sukoharjo diharapkan dapat bersabar dan mencari jalur alternatif selama proses pengerjaan berlangsung.