Setelah sempat dilaporkan hilang selama dua hari, Margono M (72), seorang lansia yang berprofesi sebagai tukang cukur, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (22/4/2026) sore. Jasad warga Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo ini ditemukan di area semak-semak rimbun tak jauh dari kediamannya.

Penemuan ini mengakhiri pencarian intensif yang dilakukan oleh pihak keluarga dan perangkat desa setempat sejak Senin malam lalu.
Kronologi Penemuan oleh Pencari Rumput
Jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 15.15 WIB oleh Suprianto, seorang warga setempat yang sedang mencari rumput untuk pakan ternak. Saat menyisir area semak yang rimbun, ia terkejut menemukan sosok tubuh dalam posisi yang tidak wajar.
“Posisinya kepala di bawah, kaki agak ke atas, kemungkinan jatuh dari atas. Di lokasi itu memang banyak rumput liar yang biasanya dibersihkan, kemungkinan korban kecelakaan saat beraktivitas di sana,” ujar Suprianto saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Sebelumnya, upaya pencarian sempat diperluas hingga menyisir area sungai karena kekhawatiran keluarga, namun korban ternyata berada di area curam di belakang rumahnya sendiri.
Hasil Olah TKP: Murni Kecelakaan
Mendapat laporan warga, tim dari Polsek Sapuran, Unit Reskrim Polres Wonosobo, bersama tim medis Puskesmas Sapuran langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan evakuasi.
Kasie Penmas Humas Polres Wonosobo, Aipda Nanang Wibowo, memberikan konfirmasi bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan fisik secara medis, tidak ditemukan adanya indikasi tindak kekerasan atau penganiayaan.
“Dugaan sementara, korban terjungkal ke area yang lebih rendah di belakang rumahnya saat sedang membersihkan semak-semak. Mengingat medan yang curam dan kondisi korban yang sudah lanjut usia, ia diduga tidak sempat menyelamatkan diri,” jelas Aipda Nanang.
Keluarga Mengikhlaskan
Berdasarkan informasi di lapangan, korban selama ini diketahui tinggal sendiri, meski sesekali ditemani oleh cucunya. Kondisi medan di belakang rumah yang licin dan rimbun diduga menjadi faktor penyebab fatalnya kecelakaan tersebut.
Pihak keluarga menyatakan telah menerima peristiwa ini sebagai musibah murni dan menolak dilakukan prosedur autopsi.
“Pihak keluarga sudah mengikhlaskan dan menerima sebagai takdir. Jasad korban kini telah diserahkan untuk proses pemakaman secara layak,” pungkas Aipda Nanang.




