Wonosobo News

Berita Terkini dan Hiburan Wonosobo

ADVERTISEMENT

728 x 90

ADVERTISEMENT

728 x 90

Pembuangan Sampah ke Aliran Sungai Serayu
Wonosobo

Video Pembuangan Sampah ke Aliran Sungai Serayu Viral, Warga dan Pemerintah Bereaksi Keras

Sebuah video berdurasi sekitar 30 detik yang memperlihatkan aksi pembuangan sampah ke aliran Sungai Serayu ramai beredar dan menjadi perbincangan di media sosial. Rekaman tersebut menuai kecaman luas dari warganet karena dinilai mencederai upaya pelestarian lingkungan.

Peristiwa dalam video diketahui terjadi di Jembatan Sentong, Jalan Jengkol–Tlogo, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, pada Selasa (20/1/2026). Lokasi tersebut merupakan jalur penghubung yang cukup sering dilalui warga setempat.

Dalam tayangan video, terlihat sebuah mobil pikap berwarna putih bermuatan sampah berhenti tepat di tengah jembatan. Seorang pria mengenakan topi dan baju berwarna oranye tampak mengambil sejumlah bungkusan plastik hitam dari bak kendaraan, lalu melemparkannya langsung ke sungai.

Aksi tersebut memicu reaksi keras warganet. Sorotan semakin tajam lantaran warna pakaian yang dikenakan pelaku dinilai menyerupai atribut relawan kemanusiaan, sehingga menimbulkan kesan negatif di tengah masyarakat.

Pantauan di sekitar lokasi kejadian menunjukkan masih terdapat sisa-sisa sampah yang tercecer di area jembatan. Pada pagar jembatan juga terlihat noda kotoran, sementara bau sampah masih tercium cukup menyengat meski kejadian telah berlalu.

Aliran Sungai Serayu di bawah jembatan saat itu terpantau tidak terlalu deras. Namun, sampah yang sebelumnya dibuang ke sungai sudah tidak terlihat dan diduga terbawa arus atau tenggelam.

Camat Garung, Priyo Cahyono, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan membuang sampah di luar tempat semestinya tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

“Kami atas nama Kecamatan Garung merasa prihatin. Apapun bentuknya, membuang sampah tidak hanya di sungai, tetapi juga di luar peruntukannya, tidak bisa kita benarkan,” ujar Priyo.

Menurutnya, informasi awal mengenai kejadian tersebut diperoleh dari video yang beredar di grup percakapan. Setelah video viral, pihak kecamatan langsung bergerak menelusuri pelaku pembuangan sampah.

“Kami segera mencari informasi siapa pembuang sampah untuk segera kami suruh mengambil kembali, agar dampak lingkungan bisa diminimalkan,” katanya.

Priyo juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan saling mengingatkan jika menemukan pelanggaran serupa. Ke depan, pihak kecamatan akan meningkatkan edukasi pengelolaan sampah dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup serta mendorong pemasangan rambu larangan dan sanksi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Wonosobo, Sumekto Hendra Kustanto, menegaskan bahwa pria dalam video tersebut bukanlah relawan.

“Kita sudah klarifikasi bahwa yang bersangkutan itu bukan relawan,” ujarnya.

Ia menyayangkan penggunaan baju oranye yang menyerupai atribut relawan karena dapat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

“Baju oranye itu mencederai seluruh relawan yang ada di Wonosobo bahkan Indonesia,” katanya.

Menurut Sumekto, relawan memiliki nilai dan semangat kemanusiaan yang tinggi, sehingga tindakan pembuangan sampah tersebut sangat bertolak belakang dengan semangat relawan. BPBD Wonosobo pun akan menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat koordinasi dengan relawan di tingkat kecamatan dan desa.

Diketahui, pelaku pembuangan sampah bernama Suparjo, warga Desa Tlogo. Usai kejadian, yang bersangkutan dihadirkan di Kantor Desa Tlogo untuk dimintai keterangan.

“Saya bekerja membuang sampah di villa sudah sekitar setengah tahun,” ujar Suparjo.

Ia menjelaskan bahwa selama ini pembuangan sampah dilakukan ke tempat yang semestinya. “Biasanya saya buang ke TPA setiap hari Jumat,” katanya.

Namun, pada hari kejadian, Suparjo mengakui melakukan pelanggaran. “Hari itu karena kelalaian saya saja. Sekitar 10 kantong saya buang ke sungai,” ujarnya.

Suparjo mengaku baru mengetahui aksinya viral setelah dipanggil oleh perangkat desa. Ia menyebut perbuatannya dilatarbelakangi sikap egois dan menyampaikan penyesalan mendalam.

“Ini keegoisan saya membuang sampah di sungai. Saya sangat menyesal karena merugikan banyak pihak. Untuk semua pihak, saya mohon maaf,” katanya.

Terkait penggunaan baju oranye, Suparjo menegaskan dirinya bukan anggota relawan. Ia juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Wonosobo dan para relawan kemanusiaan serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Di hadapan pemangku kepentingan setempat, ia menyatakan siap menerima sanksi jika kembali melakukan pelanggaran.

error: Content is protected !!