Cerpen Koran Tempo: LAPAR
TELAH lama ia menderita karena lapar dan siksaan dingin di sebuah kamar sempit yang tunggakan sewanya belum terlunasi. Satu malam ia tak tahan lagi. Kelaparan menggerakkannya. Dirasanya pedih itu di lambungnya—sesuatu yang terus meremas-remas alat pencernaannya. Rasa masam naik dari lambungnya…
Panggung Teateral Inspektur Jenderal
Ketika sedang duduk nyaman di kapal pesiar Sebastiantasya Line yang menuju Finlandia, gawai Dutasena menyapa. Kabar petir datang dari sahabatnya di Kota Langkapura. Dut, baru saja ada berita di televisi. Putra Inspektur Jenderal Agoes Dharma ditangkap. Ia menabrak temannya dengan…
Cerpen Kompas: SEPASANG MATA MALAIKAT
LELAKI itu berdiri di dekat jendela. Temaram lampu kamar, membingkai bayangannya seperti setengah memanjang. Sesaat, aku hanya menangkap nuansa kesedihan di wajahnya. Wajah yang menyiratkan selaksa kepucatan yang membentang seperti iring-iringan awan melingkupi langit. Dia lebih banyak diam, mendengarkan dengan…
Cerpen Kompas: PEREMPUAN BALIAN
Sebelum peristiwa malam itu – yang akan kuceritakan nanti, Idang dikenal sebagai perempuan kurang waras. Kerap mengamuk kesurupan, dan meracau menceritakan tentang mimpi-mimpinya yang aneh. Kepada orang-orang ia sering mengatakan, ”Ada ular-ular besar menyusup dalam mimpiku. Ular itu bukan mimpi,…
Cerpen Kompas: TUKANG PIJAT KELILING
Sebenarnya tidak ada keistimewaan khusus mengenai keahlian Darko dalam memijat. Standar tukang pijat pada layaknya. Namun, keramahannya yang mengalir menambah daya pikat tersendiri. Kami menemukan ketenangan di wajahnya yang membuat kami senantiasa merasa dekat. Mungkin oleh sebab itu kami terus…




