Wonosobo News

Berita Terkini dan Hiburan Wonosobo

ADVERTISEMENT

728 x 90

ADVERTISEMENT

728 x 90

Tlogo–Jengkol
Wonosobo

Jalan Tlogo–Jengkol Mulai Difungsikan, Akses ke Telaga Menjer Kian Lancar

Akses menuju kawasan wisata Telaga Menjer di Kabupaten Wonosobo kini bertambah. Ruas jalan Tlogo–Jengkol mulai difungsikan dan disiapkan sebagai jalur alternatif untuk memecah kepadatan kendaraan, terutama saat akhir pekan dan musim libur.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo, Nurudin Ardiyanto, mengatakan pembangunan jalan tersebut rampung pada akhir Desember 2025. Pengerjaan dilakukan secara bertahap selama dua tahun sejak 2024, dengan panjang penanganan jalan hampir dua kilometer.

“Sekarang sudah bisa dimanfaatkan masyarakat. Pembangunan dilakukan bertahap dan selesai akhir Desember kemarin,” ujar Nurudin saat dikonfirmasi.

Dari sisi anggaran, proyek ini menelan estimasi biaya sekitar Rp 10 miliar. Pembangunan diarahkan untuk memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendukung pengembangan destinasi wisata Telaga Menjer yang selama ini kerap mengalami kepadatan akses.

Secara teknis, jalan Tlogo–Jengkol dibangun dengan lebar tujuh meter. Rinciannya, lima meter badan jalan beton dan dua meter senderan yang dilengkapi saluran drainase. Selain itu, terdapat satu jembatan penghubung dengan panjang delapan meter dan lebar lima meter.

Dalam proses pengerjaan, DPUPR juga melakukan pengeprasan bukit sepanjang sekitar 500 meter. Langkah ini diambil karena trase lama dinilai terlalu ekstrem dan berisiko dilalui kendaraan.

“Untuk lahan, sepanjang satu kilometer itu merupakan tanah hibah. Sekitar 500 meter dari Indonesia Power dan 500 meter dari masyarakat,” jelas Nurudin.

Ke depan, jalan Tlogo–Jengkol akan difungsikan sebagai jalur alternatif utama untuk mengurai arus kendaraan menuju Telaga Menjer agar tidak bertumpu pada satu akses saja.

“Harapannya arus lalu lintas lebih terbagi dan perjalanan ke Telaga Menjer menjadi lebih dekat dan lancar,” ujarnya.

Meski sudah bisa dilalui, Pemerintah Kabupaten Wonosobo belum meresmikan jalan tersebut. Peresmian direncanakan dikemas dalam kegiatan yang melibatkan masyarakat.

“Pak Bupati menghendaki peresmian dalam bentuk event, bisa slow run atau fun run. Rencananya setelah Lebaran,” tambah Nurudin.

Di sisi lain, Nurudin mengingatkan bahwa sejumlah ruas jalan baru di Wonosobo masih memiliki potensi kerawanan longsor. Secara geografis, sekitar 75 persen wilayah Wonosobo masuk kategori rawan sedang, terutama di kawasan dengan topografi curam.

“Titik rawan longsor hampir merata. Tidak hanya di Tlogo–Jengkol atau Jalur Lingkar Sumbing, wilayah seperti Watumalang juga memiliki risiko,” katanya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mitigasi bencana, khususnya dengan menjaga fungsi saluran drainase selama musim hujan.

“Saluran mampet sering menjadi pemicu longsor. Kalau ringan bisa dibersihkan bersama, kalau butuh alat dan tenaga besar kami siap turun,” pungkasnya.

error: Content is protected !!