Wonosobo News

Berita Terkini dan Hiburan Wonosobo

ADVERTISEMENT

728 x 90

ADVERTISEMENT

728 x 90

angin kencang wonosobo
Wonosobo

Angin Kencang Terjang Wonosobo, 14 Rumah Warga Rusak

Angin kencang melanda Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (24/1/2026). Bencana hidrometeorologi ini menyebabkan kerusakan rumah warga serta gangguan akses jalan di sejumlah wilayah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo mencatat sedikitnya 14 rumah warga terdampak, dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan hingga berat. Dampak angin kencang tersebar di Kecamatan Kejajar, Wonosobo, dan Wadaslintang.

Kepala Pelaksana BPBD Wonosobo, Sumekto Hendra Kustanto, mengatakan wilayah terdampak paling banyak berada di Kecamatan Kejajar. “Wilayah terdampak paling banyak berada di Kecamatan Kejajar,” ujarnya.

Di Dusun Serangsari, Desa Serang, Kecamatan Kejajar, satu rumah warga mengalami kerusakan berat setelah atapnya tersapu angin. Sementara itu, angin kencang juga melanda Dusun Rowojali, Desa Tieng. Kerusakan di wilayah tersebut masih dalam proses pendataan.

Kerusakan ringan tercatat di Dusun Krakal Kulon, Kelurahan Kejajar. Tiga rumah warga terdampak. Selain itu, basecamp pendakian di Desa Igirmranak juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang.

Di Dusun Rejosari, Desa Tambi, tiga rumah warga terdampak. Satu rumah mengalami kerusakan sedang, sedangkan dua rumah lainnya rusak ringan. Kerusakan sedang juga terjadi di Desa Kreo, dengan dua rumah warga terdampak.

Dampak angin kencang tidak hanya terjadi di Kecamatan Kejajar. Di Kecamatan Wonosobo, pohon tumbang dilaporkan terjadi di Kelurahan Jaraksari, tepatnya di area lapangan dan jalan masuk kampung. Di Kelurahan Wonosobo Timur, sebuah papan reklame roboh akibat angin kencang. Sementara di Kampung Jolontoro, Kelurahan Sambek, satu rumah warga mengalami kerusakan ringan.

“Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka,” kata Sumekto.

Di Kecamatan Wadaslintang, angin kencang menyebabkan pohon tumbang di Desa Lancar. Pohon tersebut menimpa satu rumah warga dan mengakibatkan kerusakan berat.

BPBD Wonosobo memastikan akses jalan yang sempat terganggu kini telah kembali normal. Penanganan dilakukan bersama masyarakat, TNI, Polri, serta relawan. Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari asesmen lapangan, pembukaan akses jalan, koordinasi lintas sektor, hingga penyampaian imbauan kepada warga.

BPBD juga mencatat kebutuhan mendesak di lokasi terdampak, antara lain seng, paku, dan logistik lainnya untuk perbaikan rumah warga. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di kawasan rawan longsor.

“Angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Wonosobo,” tandas Sumekto.

error: Content is protected !!