Bencana tanah longsor terjadi di Dusun Wonokasian RT 01 RW 04, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, pada Sabtu (7/2/2026) malam. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka ringan.

Hujan Lebat Lebih dari 2 Jam Picu Longsor
Koordinator TRC BPBD Wonosobo, Sabarno, mengatakan tanah longsor dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut dengan durasi lebih dari dua jam.
“Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan pergerakan tanah di bagian belakang rumah warga hingga longsor dan menimpa bangunan rumah yang berada di bawahnya,” ungkapnya.
Akibatnya, satu unit rumah roboh dan menimpa penghuninya yang sedang berada di dalam rumah.
Evakuasi Korban Longsor Leksono Wonosobo
BPBD Kabupaten Wonosobo menerima informasi awal kejadian dari warga setempat dan segera melakukan langkah tanggap darurat. Tim BPBD bersama unsur terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan evakuasi korban.
Korban Meninggal Sedang Salat Maghrib
Dalam kejadian tersebut, seorang warga bernama Sopingi (80) dinyatakan meninggal dunia akibat tertimbun material longsoran. Saat kejadian, korban dilaporkan sedang melaksanakan salat Maghrib di dalam rumahnya.
“Iya betul informasi sedang salat untuk yang meninggal dunia itu,” ungkap Sabarno.
Material longsoran yang tiba-tiba menimpa bangunan menyebabkan korban tidak sempat menyelamatkan diri.
Satu Korban Luka Ringan
“Sementara korban lainnya bernama Sugiarti, yang juga berada di dalam rumah saat kejadian, mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan,” imbuh Sabarno.
Penanganan Pasca Bencana Longsor
BPBD Kabupaten Wonosobo melaporkan bahwa fokus penanganan di lokasi meliputi proses evakuasi korban serta asesmen dampak bencana. Petugas memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun dan melakukan pendataan terhadap kondisi rumah serta lingkungan sekitar yang berpotensi terdampak lanjutan.
Imbauan BPBD untuk Warga Daerah Rawan Longsor
BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda longsor.
“Langkah ini penting guna meminimalkan risiko dan mempercepat penanganan jika terjadi bencana,” tandas Sabarno.
Tanda-Tanda Bahaya Longsor yang Perlu Diwaspadai
Untuk mencegah korban jiwa akibat longsor, masyarakat perlu mengenali tanda-tanda bahaya longsor:
- Retakan tanah di lereng – Tanda pergerakan tanah awal
- Air sumur tiba-tiba surut atau keruh – Indikasi perubahan struktur tanah
- Munculnya mata air baru – Tanda pergerakan air tanah
- Pohon atau tiang miring – Menunjukkan pergerakan tanah
- Suara gemuruh dari lereng – Tanda longsor akan terjadi
- Hujan lebat berkepanjangan – Faktor pemicu utama
- Tembok rumah retak – Tanda tekanan tanah meningkat
Langkah Evakuasi Saat Bahaya Longsor
- Segera keluar dari rumah menuju tempat tinggi
- Jauhi lereng, tebing, dan sungai
- Jangan kembali ke rumah sebelum dinyatakan aman
- Laporkan ke BPBD atau pihak berwenang
- Siapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting
Tragedi ini menjadi pengingat bagi masyarakat Wonosobo, khususnya yang tinggal di daerah rawan longsor, untuk selalu waspada terutama saat musim hujan. Sekitar 75% wilayah Wonosobo masuk kategori rawan longsor sedang, sehingga kewaspadaan masyarakat sangat penting untuk meminimalkan risiko korban jiwa.




