Status Gunung Api Dieng Diturunkan Jadi Level I Normal, Kawah Sileri Tetap Radius Bahaya 200 Meter
Setelah lebih dari setahun berada dalam pengawasan intensif, aktivitas vulkanik di kawasan dataran tinggi Dieng akhirnya menunjukkan tren yang menenangkan. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menurunkan tingkat aktivitas Gunung Api Dieng, Jawa Tengah, dari Level II (Waspada) menjadi Level I (Normal) terhitung sejak 9 Februari 2026 pukul 17.00 WIB.

Evaluasi Pascaerupsi Freatik Kawah Sileri
Penurunan status ini dilakukan setelah aktivitas Gunung Api Dieng dinilai mengalami penurunan signifikan pascaerupsi freatik Kawah Sileri yang terjadi pada 18 Desember 2024 dan 6 Januari 2025. Sejak dua peristiwa tersebut, tidak teramati adanya peningkatan aktivitas susulan yang mengindikasikan eskalasi bahaya.
Dalam keterangan resminya, Badan Geologi menyampaikan:
“Oleh karena itu, berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh maka terhitung tanggal 9 Februari 2026 pukul 17:00 WIB tingkat aktivitas G. Dieng diturunkan dari Level II (Waspada) menjadi Level I (Normal).”
Kondisi Terkini Gunung Api Dieng
Parameter Visual dan Instrumental
Evaluasi menyeluruh terhadap data visual dan instrumental menjadi dasar penting dalam penetapan status terbaru gunung api yang dikenal memiliki karakter letusan freatik tersebut.
Pengamatan Visual:
- Tinggi asap di Kawah Sileri dominan kurang dari 60 meter dari permukasi kawah
- Kondisi visual menunjukkan aktivitas stabil
Kegempaan:
- Gempa vulkanik tipe VA dan VB tercatat stabil dengan jumlah relatif rendah
- Kegempaan jangka panjang bersifat fluktuatif namun dalam kategori normal
- Variasi kecepatan seismik didominasi nilai positif (tekanan rendah)
Kondisi Fisik dan Kimia:
- Kondisi medium dekat permukaan stabil (koherensi 0,55-0,65)
- Temperatur air kawah-kawah dalam kondisi normal
- Konsentrasi CO2 di Kawah Timbang dan Sikendang di bawah ambang normal
- Tidak terdeteksi aliran gas dari dalam kawah
Lokasi dan Wilayah Administratif
Puncak kompleks Gunung Api Dieng berada pada ketinggian 2.565 meter di atas permukaan laut (mdpl), tepatnya di koordinat 7°12′ LS dan 109°54′ BT.
Secara administratif, kawasan ini masuk ke dalam wilayah:
- Kabupaten Banjarnegara
- Kabupaten Wonosobo
- Kabupaten Batang
- Provinsi Jawa Tengah
Dieng dikenal sebagai kawasan wisata populer sekaligus area dengan aktivitas vulkanik kompleks yang didominasi kawah-kawah aktif dengan potensi erupsi freatik dan emisi gas beracun.
Rekomendasi Keselamatan dari Badan Geologi
Meski status telah diturunkan menjadi Level I (Normal), Badan Geologi tetap mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan yang harus dipatuhi masyarakat dan pengunjung.
Larangan Utama
“Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam wilayah radius 200 meter dari pusat Kawah Sileri dan tidak diperbolehkan bermalam di sekitar kawah.”
Rekomendasi Lengkap
⚠️ DILARANG:
- Beraktivitas dalam radius 200 meter dari Kawah Sileri
- Bermalam di sekitar kawah
- Memasuki Kawah Timbang
- Memasuki kawah-kawah lain yang berpotensi erupsi freatik
- Penggalian tanah di sekitar kawah tanpa pengamanan
⚠️ WASPADA:
- Potensi gas beracun mengalir ke bagian hilir kawah
- Gas CO2 beracun saat melakukan penggalian tanah
- Konsentrasi gas tinggi yang berbahaya di kawah-kawah kompleks Dieng
Tingkatan Status Gunung Api di Indonesia
Untuk memahami arti penurunan status, berikut penjelasan tingkatan aktivitas gunung api:
Level I (Normal):
- Aktivitas vulkanik rendah
- Tidak ada ancaman erupsi
- Tetap ada potensi bahaya terlokalisir (kawah, gas beracun)
Level II (Waspada):
- Terjadi peningkatan aktivitas
- Kewaspadaan ditingkatkan
- Larangan mendekati kawah
Level III (Siaga):
- Aktivitas meningkat signifikan
- Ancam erupsi dalam waktu dekat
- Persiapan evakuasi
Level IV (Awas):
- Erupsi segera terjadi atau sedang berlangsung
- Evakuasi dilakukan
- Bahaya tinggi
Bahaya Erupsi Freatik dan Gas Beracun
Apa Itu Erupsi Freatik?
Erupsi freatik adalah letusan yang terjadi akibat pemanasan air tanah oleh magma atau batuan panas hingga mendidih dan meledak keluar. Karakteristiknya:
- Terjadi tiba-tiba tanpa tanda yang jelas
- Durasi singkat namun sangat berbahaya
- Material utama: uap air, lumpur, batuan lama
- Tidak ada magma baru yang keluar
- Jangkauan terbatas namun mematikan di area dekat
Bahaya Gas Beracun di Dieng
Kompleks Dieng terkenal dengan emisi gas beracun, terutama CO2:
Karakteristik Gas CO2:
- Tidak berbau dan tidak berwarna
- Lebih berat dari udara (mengalir ke tempat rendah)
- Mematikan dalam konsentrasi tinggi
- Bisa terkumpul di cekungan/lembah
Tragedi Historis:
- 1979: Pelepasan gas CO2 menewaskan 142 orang di Desa Batur
Gejala Keracunan CO2:
- Ringan: pusing, mual, sesak napas
- Berat: pingsan, kejang, kematian
Tips Keselamatan Wisatawan di Dieng
Sebelum Berkunjung
✅ Cek status gunung api terkini di website Magma Indonesia
✅ Pahami zona bahaya dan larangan
✅ Siapkan kondisi fisik yang prima
✅ Bawa masker atau kain penutup hidung
✅ Perhatikan rambu peringatan
Saat Berkunjung
✅ Patuhi batas radius 200 meter dari Kawah Sileri
✅ Jangan memasuki kawah yang dilarang
✅ Ikuti instruksi petugas dan pemandu
✅ Jangan bermalam di sekitar kawah
✅ Waspadai gejala keracunan gas
✅ Segera tinggalkan area jika merasa pusing
Jika Terjadi Keadaan Darurat
🚨 Segera menjauhi kawah
🚨 Pindah ke tempat yang lebih tinggi (gas CO2 turun ke bawah)
🚨 Hubungi petugas atau pos pengamatan
🚨 Bantu korban ke area aman dan udara segar
🚨 Laporkan kondisi darurat ke BPBD atau otoritas setempat
Pemantauan Aktivitas Gunung Api Dieng
Untuk memperoleh informasi terbaru terkait perkembangan aktivitas Gunung Api Dieng, masyarakat dapat memantau melalui:
📱 Situs Resmi:
- Badan Geologi ESDM
- Magma Indonesia (magma.esdm.go.id)
📱 Aplikasi:
- Magma Indonesia (Google Playstore)
📱 Media Sosial:
- Akun resmi Badan Geologi
- PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi)
Pernyataan Resmi
Pernyataan resmi penurunan status disampaikan atas nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral oleh Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria.
Dengan penurunan status ini, aktivitas di kawasan Dieng diharapkan dapat kembali berjalan lebih aman. Namun demikian, kewaspadaan tetap menjadi kunci utama mengingat karakter Gunung Api Dieng yang dikenal dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.




