Bencana Kebakaran (Karhutla) Gunung Sumbing dan Pakuwaja: Puluhan Hektare Hangus, Status Tanggap Darurat Ditetapkan
Wilayah pegunungan di Kabupaten Wonosobo tengah mengahadapi cobaan berat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda dua kawasan sekaligus, yakni Gunung Sumbing dan Gunung Pakuwaja di kawasan Dieng.
Meskipun tim gabungan sempat melaporkan api berhasil dipadamkan di beberapa titik lereng Wonosobo, tiupan angin kencang dan suhu ekstrem membuat bara api kembali membara dan meluas hingga menembus lintas kabupaten.

Karhutla Gunung Sumbing Merambat Hingga Magelang dan Temanggung
Kebakaran di lereng Gunung Sumbing yang bermula sejak Senin (19/10/2026) di Petak 29 RPH Kleseman BKPH Wonosobo terus menunjukkan pergerakan mengkhawatirkan. Semula luas area terbakar diperkirakan berkisar 140 hektare. Namun, titik api terus merembet hingga petak 23 dan menjalar ke arah utara perbatasan Kalikajar, Temanggung, hingga ke wilayah Kabupaten Magelang.
Di wilayah Magelang, api dilaporkan telah memasuki area RPH Mangli yang mencakup Desa Sukomakmur (Kajoran) serta Dusun Butuh/Nepal van Java (Kaliangkrik). Total estimasi area yang terdampak di kawasan Gunung Sumbing kini diperkirakan telah melonjak mencapai 300 hingga 306 hektare.
Tanggap Darurat Ditetapkan, Opsi Water Bombing Disiapkan
Merespons meluasnya dampak karhutla ini, Pemerintah Kabupaten Wonosobo resmi meningkatkan status kebencanaan daerah menjadi Tanggap Darurat. Peningkatan status ini krusial untuk membuka ruang penanganan bencana skala besar serta memfasilitasi penggunaan operasi pemadaman udara (water bombing) oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Meningkatnya status tanggap darurat ini memungkinkan penanganan bencana karhutla menggunakan operasi water bombing dengan helikopter dari BNPB,” terang Kepala Pelaksana BPBD.
Di saat yang sama, ratusan personel gabungan dari TNI (Kodim 0707/Wonosobo), Polri, BPBD, Perhutani, MPA, dan relawan terus berjibaku membuat sekat bakar manual di tengah kendala medan terjal, angin kencang, dan tiadanya sumber air di sekitar puncak.
152 Pendaki Selamat, Seluruh Jalur Pendakian Ditutup Total
Di tengah situasi darurat tersebut, tim gabungan bersama pengelola basecamp dan 40 personel ranger berhasil mengevakuasi 152 pendaki yang sebelumnya terdata naik dari jalur Basecamp Garung dan Gajahmungkur. Seluruh pendaki berhasil diturunkan dalam kondisi selamat meskipun harus menembus medan licin dan waktu tempuh evakuasi lebih dari enam jam dari Pos 3.
Demi mengutamakan keselamatan jiwa, seluruh jalur pendakian Gunung Sumbing—baik via Wonosobo, Magelang (Basecamp Butuh), maupun Temanggung—resmi ditutup total hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Karhutla Gunung Pakuwaja Dieng Kembali Menyala
Duka karhutla semakin bertambah setelah kawasan Hutan Lindung Petak 7-4 Gunung Pakuwaja, Dieng, juga kembali membara. Kebakaran yang diduga dipicu oleh sisa bara api dua hari sebelumnya tersebut menghanguskan sekitar 5 hektare lahan vegetasi seperti cemara Bintami, akasia, pakis, dan krinyu.
Tim TRC BPBD Wonosobo bersama warga setempat kini terus membagi fokus penanganan di sektor Parikesit dan Sembungan.
Himbauan Kewaspadaan dan Kepedulian Bersama
Musim kemarau panjang yang diiringi angin kencang membuat vegetasi dan dedaunan kering sangat rentan terbakar. Pihak berwenang bersama kepolisian kini juga memfokuskan penyelidikan untuk memastikan tidak ada unsur kesengajaan atau kelalaian manusia (seperti pembakaran sampah terbuka atau pembuangan puntung rokok sembarangan) yang memicu bencana ini.
Mari kita bersama-sama memperketat kewaspadaan lingkungan dan terus memanjatkan doa terbaik bagi keselamatan seluruh personel gabungan yang sedang berjuang di garis depan pemadaman!




