Wonosobo News

Berita Terkini dan Hiburan Wonosobo

ADVERTISEMENT

728 x 90

ADVERTISEMENT

728 x 90

Viral Jip Wisata Dieng Tabrak Motor di Menjer, Ketua Federasi: Sopir Ngantuk Dipaksakan Narik
Wonosobo

Kecelakaan Jip Wisata di Dieng Viral, Federasi Akui Sopir Mengantuk dan Janji Perketat Pengawasan

 dan sepeda motor di Desa Menjer, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, yang viral di media sosial, menjadi bahan evaluasi serius bagi Dieng Jeep Federasi. Organisasi tersebut mengakui kesalahan pengemudi dan berkomitmen memperketat pembinaan terhadap seluruh sopir jip wisata ke depan.

Ketua Dieng Jeep Federasi, Sucipto, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil klarifikasi, pengemudi jip mengaku mengantuk saat mengendarai kendaraan hingga akhirnya menabrak pengendara sepeda motor.

“Jawabannya satu ditanya siapapun, saya itu ngantuk,” kata Sucipto, Selasa (30/6/2026).

Menurut Sucipto, hasil pengecekan juga memastikan pengemudi tidak berada di bawah pengaruh minuman beralkohol maupun faktor lain yang dapat mengganggu konsentrasi saat berkendara. “Nyatanya aman, benar-benar ngantuk,” ujarnya.


Langsung Datangi Lokasi dan Minta Maaf

Sucipto mengatakan dirinya langsung mendatangi Desa Menjer setelah menerima informasi mengenai kecelakaan tersebut. Saat tiba di lokasi, suasana sudah dipenuhi warga dan rekaman kejadian telah beredar luas di media sosial. Ia mengaku datang untuk menyampaikan permohonan maaf kepada korban maupun masyarakat.

Setelah melihat rekaman CCTV, federasi juga mengakui kecelakaan tersebut terjadi akibat kesalahan pengemudi jip.

“Saya ke situ itu sudah mempunyai niat matur karena salahnya fatal. Karena kami juga sudah melihat di seri CCTV itu, itu benar-benar fatal, benar-benar salah,” ujar Sucipto.

Meski pengemudi mengaku mengantuk, Sucipto menegaskan kondisi tersebut tidak dapat dijadikan alasan pembenar atas kecelakaan yang terjadi. Menurut dia, keselamatan penumpang maupun pengguna jalan harus menjadi prioritas utama dibanding mengejar jadwal perjalanan wisata.

“Lebih baik minta maaf dibandingkan interaksi tapi celaka,” ucapnya.


Sopir Memaksakan Diri Akibat Lonjakan Permintaan

Sucipto menduga pengemudi memaksakan diri tetap bekerja meski kondisi tubuh sudah tidak prima. Dalam beberapa hari terakhir, kata dia, sebagian pengemudi jip wisata melayani perjalanan hingga dua bahkan tiga kali sehari karena tingginya permintaan wisatawan.

“Ngantuk tapi dipaksakan,” ucap dia.


Evaluasi dan Pembinaan Ketat ke Depan

Insiden tersebut, lanjut Sucipto, menjadi bahan evaluasi bagi Dieng Jeep Federasi. Organisasi akan memperketat pembinaan terhadap seluruh pengemudi untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Pembinaan itu meliputi:

  • Peningkatan standar bagi pengemudi baru

  • Pemeriksaan kelengkapan legalitas seperti Surat Izin Mengemudi (SIM)

  • Evaluasi pengalaman mengemudi sebelum diperbolehkan membawa wisatawan

“Sopir yang sekiranya kok baru, nggak boleh lakukan interaksi, harus binaan dulu,” ungkapnya, dikutip dari Tribun Banyumas, Rabu (1/7/2026).

Sucipto berharap langkah tersebut dapat meningkatkan keselamatan berkendara sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan jip wisata di kawasan Dieng.

“Ini termasuk merugikan seluruh komunitas, nama jeleknya jadi ada,” pungkasnya.

error: Content is protected !!