Wonosobo News

Berita Terkini dan Hiburan Wonosobo

ADVERTISEMENT

728 x 90

ADVERTISEMENT

728 x 90

Desa Pagerejo Wonosobo Abadikan Nama RM Sundoro untuk Gedung Serbaguna
Wonosobo

Desa Pagerejo Wonosobo Abadikan Nama RM Sundoro untuk Gedung Serbaguna, Dukung Pengusulan HB II sebagai Pahlawan Nasional

Pemerintah Desa Pagerejo, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, resmi mengabadikan nama Raden Mas (RM) Sundoro sebagai nama gedung serbaguna dan gedung kesenian di Dusun Pagerotan. Langkah bersejarah ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap jejak Sri Sultan Hamengkubuwono II (HB II) yang diyakini memiliki keterkaitan erat dengan wilayah tersebut.

Desa Pagerejo Wonosobo Abadikan Nama RM Sundoro untuk Gedung Serbaguna
Desa Pagerejo Wonosobo Abadikan Nama RM Sundoro untuk Gedung Serbaguna

Peresmian nama baru ini tertuang dalam Berita Acara Nomor 602/59/2026 yang dibacakan langsung oleh Kepala Desa Pagerejo, Lukmadi, di hadapan jajaran perangkat desa dan tokoh masyarakat pada Selasa (20/1/2026).

“Kami, Pemerintah Desa Pagerejo, telah melaksanakan musyawarah desa terkait penamaan Gedung Serba Guna dan Gedung Kesenian yang berlokasi di Dusun Pagerotan. Seluruh peserta sepakat memberikan nama Gedung Raden Mas Sundoro,” ujar Lukmadi saat membacakan pernyataan resmi di depan gedung tersebut.

Prosesi Khidmat Berbalut Busana Adat Jawa

Pembacaan berita acara berlangsung khidmat dengan kehadiran berbagai elemen masyarakat, mulai dari Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perwakilan RT dan RW, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga kelompok kesenian dan pemuda setempat.

Menambah nuansa sakral prosesi tersebut, seluruh perangkat desa dan tokoh masyarakat yang hadir mengenakan pakaian adat Jawa lengkap berupa beskap dan lurik.

RM Sundoro: Nama Muda Sultan HB II

Pemilihan nama RM Sundoro bukan tanpa alasan historis yang kuat. RM Sundoro merupakan nama muda dari Sri Sultan Hamengkubuwono II, raja Kesultanan Yogyakarta yang berkuasa pada akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-19. Dusun Pagerotan di Desa Pagerejo diyakini memiliki nilai historis yang erat dengan perjalanan hidup sang Sultan, termasuk sebagai tempat kelahirannya.

Dukung Pengusulan HB II sebagai Pahlawan Nasional

Penamaan gedung ini memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar penghormatan lokal. Perwakilan Trah Sultan HB II sekaligus Ketua Yayasan Vasatii Socaning Lokika, Fajar Bagoes Poetranto, menjelaskan bahwa pemberian nama gedung RM Sundoro ini sekaligus menjadi bagian dari syarat pengusulan Sultan HB II sebagai Pahlawan Nasional.

“Pemberian nama gedung RM Sundoro ini sekaligus melengkapi dan menjadi syarat pengusulan Pahlawan Nasional, mengantikan nama jalan yang sampai saat ini terbentur Perda yang ada,” ungkap Fajar.

Sebelumnya, warga bersama perwakilan Trah HB II telah mengusulkan penamaan ruas jalan Candiyasan–Keseneng sepanjang kurang lebih 5 kilometer di lereng Gunung Sindoro menjadi Jalan RM Sundoro. Namun proses tersebut masih berada dalam tahap audiensi dan pembahasan administratif di DPRD Kabupaten Wonosobo dan belum mencapai pengesahan Perda final.

“Pengusulan jalan sepanjang kurang lebih 5 km di lereng Gunung Sindoro tersebut merupakan inisiatif warga setempat bersama perwakilan Trah HB II guna mempercepat pengakuan resmi secara hukum,” kata Fajar.

Ikon Baru Pelestarian Seni dan Budaya

Gedung RM Sundoro yang berdiri kokoh dengan dominasi warna hijau ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pertemuan formal, tetapi juga menjadi pusat pelestarian seni dan budaya yang mampu menyatukan seluruh warga Desa Pagerejo.

“Dengan adanya dukungan penuh dari masyarakat, diharapkan proses administratif ini dapat segera rampung guna memperkuat identitas sejarah di wilayah Kabupaten Wonosobo,” tambah Fajar.

Penamaan ini diharapkan dapat mengedukasi generasi muda mengenai warisan sejarah yang kaya di tanah Wonosobo, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal yang menjadi kebanggaan daerah.

error: Content is protected !!