Kecelakaan Kerja di Kepil Wonosobo: Ojek Kayu Terjatuh ke Tebing 3 Meter, Pengendara Tewas Tertimpa Muatan
Nasib naas menimpa DS (30), seorang buruh ojek kayu warga Dusun Pawulon, Desa Gondowulan, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo. Ia meninggal dunia setelah sepeda motor modifikasi yang dikendarainya hilang keseimbangan dan terperosok ke tebing saluran irigasi sedalam tiga meter di perladangan blok Siboto, Dusun Gentan, Desa Bener, Kecamatan Kepil, Jumat (31/7/2026).

Korban tewas di lokasi kejadian akibat tertimpa beban muatan kayu mahoni serta kendaraan roda dua miliknya sendiri. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB dan langsung dilaporkan warga ke Polsek Kepil tak lama sesudahnya.
Kapolsek Kepil, Iptu Joko Siswanto, membenarkan adanya insiden maut tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa korban murni mengalami kecelakaan kerja saat mengangkut kayu hasil tebangan.
“Petugas Polsek Kepil bersama tim medis telah melakukan tindakan cepat di lokasi kejadian. Pihak keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah kecelakaan kerja dan menolak untuk dilakukan otopsi. Jenazah sudah kami serahkan secara resmi kepada pihak keluarga disaksikan perangkat desa untuk dimakamkan,” terang Iptu Joko Siswanto saat dikonfirmasi, Sabtu (1/8/2026).
Kronologi Kejadian: Muatan Kayu Menyenggol Batu
Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta keterangan para saksi, insiden bermula saat korban DS tengah mengangkut potongan kayu mahoni dari area ladang. Jalur yang dilintasi merupakan jalan setapak sempit berukuran lebar sekitar satu meter.
Di tengah perjalanan, salah satu bagian muatan kayu pada motor korban diduga kuat menyenggol batu yang menjorok ke badan jalan. Benturan keras tersebut seketika mengganggu keseimbangan kendaraan.
“Korban tidak mampu mengendalikan sepeda motor sehingga kendaraan beserta muatan kayunya terperosok ke tebing saluran irigasi dengan kedalaman sekitar tiga meter,” ungkap Iptu Joko.
Warga yang mendengar benturan bergegas mendekati lokasi dan menemukan korban sudah dalam posisi tertimpa kayu serta motor.
Hasil Pemeriksaan Medis dan Evakuasi
Petugas medis dari Puskesmas Kepil 1 bersama jajaran Kepolisian segera melakukan pemeriksaan luar terhadap jasad korban disaksikan oleh pihak keluarga serta perangkat desa.
Dari hasil olah medis awal, korban mengalami pendarahan hebat dari bagian telinga sebelah dalam dan mulut. Tim medis tidak menemukan tanda-tanda bekas kekerasan lain, sehingga dipastikan meninggalnya korban diakibatkan oleh kecelakaan tunggal saat bekerja.
Medan jalan perladangan yang curam, sempit, dan berbatasan langsung dengan dinding saluran irigasi ditengarai menjadi faktor pendukung tingginya risiko keselamatan pengendara di area tersebut.
Imbauan Keselamatan Kerja dari Kepolisian
Atas musibah ini, jajaran Polres Wonosobo mengimbau seluruh masyarakat, terkhusus bagi para pekerja lapangan, buruh angkut, dan pengojek kayu, untuk senantiasa memperhatikan aspek K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
Masyarakat diingatkan untuk selalu:
-
Memastikan kendaraan modifikasi dalam kondisi layak dan aman.
-
Memperhitungkan muatan agar tidak melebihi kapasitas beban kendaraan (overload).
-
Meningkatkan kewaspadaan ekstra saat melintasi jalur perladangan yang licin, sempit, maupun curam.
“Kami mengimbau masyarakat agar segera menghubungi kantor polisi atau layanan darurat terdekat apabila terjadi kecelakaan guna mempercepat penanganan dan evakuasi korban,” pungkas Kapolsek Kepil.




