Wonosobo News

Berita Terkini dan Hiburan Wonosobo

ADVERTISEMENT

728 x 90

ADVERTISEMENT

728 x 90

WAMENSOS AGUS JABO BUKA MPLS SEKOLAH RAKYAT
Wonosobo

Buka Harapan Baru Anak Kurang Mampu, Wamensos Agus Jabo Buka MPLS Sekolah Rakyat Wonosobo

Harapan untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan kembali terpancar di Kabupaten Wonosobo. Wakil Menteri Sosial (Wamensos) RI, Agus Jabo Priyono, menghadiri langsung acara Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Siswa (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026).

WAMENSOS AGUS JABO BUKA MPLS SEKOLAH RAKYAT
WAMENSOS AGUS JABO BUKA MPLS SEKOLAH RAKYAT

Pada tahun ajaran baru ini, Sekolah Rakyat Wonosobo menerima sebanyak 270 siswa baru, yang terdiri dari 120 siswa jenjang SMA, 120 siswa jenjang SMP, dan 30 siswa jenjang SD. Selain itu, terdapat pula 60 siswa titipan dari Kabupaten Temanggung, menambah total existing 100 siswa yang sudah ada sebelumnya.

“Jadi totalnya ada 270 orang siswa baru Wonosobo, ditambah titipan dari Temanggung 60 orang, serta siswa yang sudah existing 100 orang,” ujar Agus Jabo usai acara.

Memutus Kemiskinan Antargenerasi dan Merawat Harapan

Dalam sambutannya, Wamensos menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi dengan cara memuliakan masyarakat yang selama ini belum tersentuh pembangunan (the invisible people).

Ia mengungkapkan, saat ini ada sekitar 4,1 juta anak di Indonesia yang tidak sekolah atau putus sekolah akibat terkendala faktor ekonomi.

“Maka negara kemudian menjemput anak-anak dari Bapak dan Ibu ke rumah-rumah untuk disekolahkan di Sekolah Rakyat. Sekolah ini bukan hanya menyediakan akses pendidikan, tetapi juga membangun harapan baru bagi saudara-saudara kita yang kurang mampu,” jelasnya.

Mengingat tingginya kebutuhan akan layanan pendidikan gratis ini, Agus Jabo menyampaikan bahwa Presiden menaikkan target kapasitas gedung permanen Sekolah Rakyat. Dari yang semula ditargetkan menampung 1.000 siswa, kini ditingkatkan menjadi minimal 2.000 siswa per sekolah.

Kepada para guru dan tenaga kependidikan (tendik), Agus Jabo berpesan agar mendidik siswa dengan penuh keikhlasan dan kesabaran mengingat latar belakang mereka yang beragam.

“Kepada para guru, karena kalian sebagai pengganti orang tua, mohon yang sabar dan ikhlas. Anggap anak-anak di Sekolah Rakyat ini sebagai anak sendiri supaya orang tuanya tenang,” imbaunya.

Tangis Haru Orang Tua: Terima Kasih Pak Presiden

Kehadiran Sekolah Rakyat menyentuh bagian terdalam dari hati para orang tua murid. Tri Murniyati, seorang ibu tunggal asal Wonosobo yang membiayai lima anggota keluarga dari buruh tani berpenghasilan Rp700 ribu per bulan, tak sanggup menahan air matanya saat berdialog dengan Wamensos.

Putranya, Muhammad Daud, kini resmi menjadi siswa Sekolah Rakyat dan berkesempatan melanjutkan mimpi yang sempat terkendala biaya.

“Kagem (kepada) Bapak Presiden, matur nuwun sanget, terima kasih banyak sudah menyediakan gedung Sekolah Rakyat untuk pendidikan anak-anak kami yang kurang mampu. Melalui anak-anak, kami bisa meraih cita-cita,” ungkap Tri dengan suara bergetar dan meneteskan air mata.

Rasa syukur serupa dirasakan oleh Turmudi, buruh tani yang mengandalkan penghasilan tak tentu sebesar Rp50 ribu per hari. Anak pertamanya, Syekh Mufti, kini bisa mengenyam pendidikan berkualitas secara gratis.

“Terima kasih Bapak Presiden Prabowo. Saya merasa senang, saya rakyat kecil dibantu sama Bapak Presiden. Semoga lancar dan anak-anak saya jadi pintar,” tutur Turmudi haru.

Apresiasi Pemkab Wonosobo atas Sinergi Pusat

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Sosial yang telah mempercayakan Wonosobo sebagai salah satu lokasi pembangunan Gedung Sekolah Rakyat permanen.

Ia mengakui bahwa proses pembangunan sempat menghadapi berbagai dinamika, tetapi berhasil diselesaikan dengan baik berkat sinergi lintas pihak.

“Alhamdulillah, berkat arahan Pak Mensos, bimbingan Pak Wamensos, Pak Sekjen, dan seluruh jajaran, pada akhirnya kita bisa keluar dari persoalan-persoalan yang dihadapi sehingga gedung ini selesai dibangun dan siap dimanfaatkan,” ucap Afif.

Acara pembukaan MPLS tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein, Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur, jajaran Forkopimda Kabupaten Wonosobo, serta para pejabat terkait lainnya.

error: Content is protected !!