Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo menggelar kegiatan Pentasharufan Zakat Mal pada Selasa, 11 Maret 2026, bertepatan dengan 21 Ramadan 1447 H. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Furqon Kampus 1 UNSIQ ini menyalurkan zakat para pegawai UNSIQ kepada 161 mustahiq dari kalangan guru ngaji (asatidz) TPQ dan Madrasah Diniyah (Madin) di wilayah sekitar kampus.
Zakat tersebut dihimpun oleh Unit Pengelola Zakat (UPZ) yang berada di bawah koordinasi Wakil Rektor 2, Dr. Ir. H. Heri Hermanto, M.T., dan dikoordinasikan oleh Ketua LTPQ-KINA UNSIQ, Kyai Fatkhurrohman, M.Pd., bersama Kepala Biro BAUK, Latu Menur Cahyadi, S.E.

Sasar Guru Ngaji di Lima Wilayah
Para penerima manfaat merupakan guru TPQ dan Madin yang mengabdi di wilayah Kalibeber, Ketinggring, Andongsili, Kalianget, dan Sambek — komunitas pendidik Islam di tingkat akar rumput yang selama ini mendedikasikan diri dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada generasi muda.
Apresiasi untuk Pejuang Pendidikan Islam
Rektor UNSIQ, Dr. H. Z. Sukawi, M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa penyaluran zakat ini merupakan wujud kepedulian UNSIQ sekaligus apresiasi tulus kepada para guru ngaji yang telah berjuang dengan penuh keikhlasan.
Namun demikian, Sukawi mengakui bahwa bantuan yang diberikan sesungguhnya tidak sebanding dengan besarnya pengorbanan para ustadz tersebut. Berkat kesabaran dan istiqomah para guru ngaji, para santri TPQ dan Madin memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an yang memadai sebagai bekal untuk memahami dan mengamalkan isinya di kemudian hari.
“Hal itu sebenarnya tidaklah seberapa jika dibandingkan dengan perjuangan dan keikhlasan mereka dalam mendidik generasi penerus Islam dan santri pecinta Al-Qur’an di level yang paling dasar,” ujar Rektor yang telah berhasil mengantarkan UNSIQ meraih akreditasi “Unggul” tersebut.
Bagian dari Visi “UNSIQ Mendunia dengan Al-Qur’an”
Kegiatan pentasharufan zakat ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bagian dari upaya nyata mewujudkan tagline inspiratif yang digagas Rektor Sukawi dalam dua periode kepemimpinannya: “UNSIQ Mendunia dengan Al-Qur’an.”
Dengan merangkul dan mengapresiasi para pendidik Al-Qur’an di tingkat paling dasar, UNSIQ menunjukkan komitmennya bahwa cita-cita besar dimulai dari perhatian terhadap mereka yang bekerja dengan sunyi namun penuh ketulusan — para guru ngaji yang setiap harinya membimbing generasi penerus umat Islam dari lorong-lorong musala dan TPQ di pelosok desa.




