Wonosobo News

Berita Terkini dan Hiburan Wonosobo

ADVERTISEMENT

728 x 90

ADVERTISEMENT

728 x 90

Covid Cicada, Varian Baru SARS-CoV-2 yang Kini Menyebar di 23 Negara
Nasional

Covid Cicada, Varian Baru SARS-CoV-2 yang Kini Menyebar di 23 Negara: Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

 Perkembangan virus Covid-19 kembali menjadi perhatian dunia setelah munculnya varian baru yang dikenal dengan sebutan Covid Cicada. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan varian ini telah terdeteksi di lebih dari 23 negara, termasuk wilayah Afrika, Amerika Serikat, hingga sejumlah negara di Eropa.

Covid Cicada, Varian Baru SARS-CoV-2 yang Kini Menyebar di 23 Negara
Covid Cicada, Varian Baru SARS-CoV-2 yang Kini Menyebar di 23 Negara

Penyebaran yang cukup luas dalam waktu relatif singkat membuat varian ini mendapat perhatian serius dari komunitas kesehatan global. Mobilitas internasional yang tinggi disebut menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat penyebarannya. Sejumlah pakar kesehatan bahkan menilai kemungkinan varian ini masuk ke Indonesia cukup besar, mengingat arus perjalanan global yang semakin terbuka pascapandemi.

Apa Itu Covid Cicada?

Covid Cicada merupakan subvarian dari virus SARS-CoV-2 yang masih termasuk dalam garis keturunan Omicron dengan kode ilmiah BA.3.2. Varian ini pertama kali terdeteksi pada November 2024 di Afrika Selatan, namun sempat tidak terpantau dalam kurun waktu tertentu sebelum akhirnya kembali muncul dan menyebar luas pada akhir 2025 hingga awal 2026.

Fenomena ini dikenal sebagai “silent circulation” atau peredaran diam-diam yang membuat varian ini sulit terdeteksi di awal kemunculannya. Julukan “Cicada” sendiri diambil dari karakteristik kemunculannya yang mirip serangga cicada — muncul kembali setelah periode menghilang dalam waktu tertentu.

Dari sisi struktur, varian ini memiliki tingkat mutasi yang sangat tinggi, terutama pada bagian spike protein, dengan jumlah mutasi mencapai 70 hingga 75 — jauh lebih banyak dibandingkan varian sebelumnya yang rata-rata hanya memiliki 30 hingga 40 mutasi.

Kemampuan Menghindari Imunitas Tubuh

Salah satu hal yang paling mengkhawatirkan para ahli adalah kemampuan Covid Cicada dalam menghindari sistem kekebalan tubuh atau yang dikenal sebagai immune escape. Artinya, antibodi yang terbentuk dari vaksinasi atau infeksi sebelumnya berpotensi tidak bekerja secara maksimal dalam menangkal varian ini.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa Covid Cicada menyebabkan tingkat keparahan lebih tinggi dibandingkan varian Omicron lainnya. Sebagian besar kasus yang ditemukan masih tergolong ringan hingga sedang. Namun tingginya jumlah mutasi tetap menjadikan varian ini perlu diwaspadai karena berpotensi menyebar lebih luas jika tidak dikendalikan dengan baik.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala Covid Cicada secara umum tidak jauh berbeda dengan varian Covid-19 sebelumnya, namun tetap perlu dikenali untuk deteksi dini. Gejala yang sering dilaporkan antara lain batuk, demam, kelelahan, nyeri otot, dan sakit kepala. Selain itu, beberapa penderita juga mengalami bersin, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, hingga penurunan kemampuan indera penciuman atau perasa.

Gejala-gejala tersebut umumnya berkaitan dengan saluran pernapasan bagian atas sehingga sering menyerupai flu biasa. Hal inilah yang membuat masyarakat perlu lebih waspada dan tidak menganggap remeh gejala ringan sekalipun.

Langkah Pencegahan

Untuk mengurangi risiko penularan Covid Cicada, masyarakat disarankan kembali menerapkan langkah-langkah pencegahan dasar yang sudah dikenal sejak pandemi, antara lain mencuci tangan secara rutin dengan sabun, menggunakan masker terutama saat berada di tempat ramai atau sedang mengalami gejala sakit, menjaga jarak dengan orang yang sedang tidak sehat, serta melengkapi vaksinasi termasuk booster untuk mengurangi risiko keparahan jika terinfeksi.

Tidak kalah penting, masyarakat diimbau untuk tidak memaksakan aktivitas saat kondisi tubuh sedang menurun. Jika mengalami gejala yang mengarah pada infeksi Covid-19, segera lakukan tes untuk memastikan kondisi kesehatan dan mencegah penularan lebih lanjut kepada orang-orang di sekitar.

error: Content is protected !!