Wonosobo News

Berita Terkini dan Hiburan Wonosobo

ADVERTISEMENT

728 x 90

ADVERTISEMENT

728 x 90

Bupati Wonosobo Deklarasikan "Zero Petasan" Selama Ramadan
Wonosobo

Bupati Wonosobo Deklarasikan “Zero Petasan” Selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 H

Pemerintah Kabupaten Wonosobo menegaskan komitmen untuk mewujudkan “Zero Petasan” selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 H. Hal itu ditegaskan langsung oleh Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, usai Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Pendopo Kabupaten, Senin (23/2/2026).

Bupati Afif menegaskan bahwa penggunaan petasan tidak boleh lagi dianggap sebagai tradisi tahunan yang bisa ditoleransi, mengingat dampaknya yang nyata dan berbahaya.

“Kita sudah ada kejadian di beberapa wilayah, termasuk Kertek. Korbannya serius dan harus dirawat di rumah sakit. Saya ingin Ramadan dan Idul Fitri tahun ini zero dari petasan,” ucapnya.

Perakitan Mandiri via Bahan Daring Jadi Tantangan Baru

Afif mengungkapkan bahwa maraknya penjualan bahan peledak secara daring menjadi tantangan baru yang kian mengkhawatirkan. Banyak kasus kecelakaan terjadi akibat perakitan petasan secara mandiri di rumah, termasuk insiden yang baru-baru ini menimpa seorang remaja 13 tahun di Kecamatan Kertek.

“Mercon itu membahayakan diri sendiri dan orang lain. Lebih baik uangnya digunakan untuk kebutuhan yang lebih bermanfaat menjelang Lebaran,” imbuh Afif.

Tiga Insiden Sudah Terjadi, Dua Korban Anak-Anak

Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, mengungkapkan bahwa hingga awal Ramadan telah terjadi tiga insiden petasan di wilayah Kabupaten Wonosobo. Dari sejumlah kejadian tersebut, dua korban merupakan anak-anak di bawah umur yang harus menjalani perawatan medis.

Kapolres menyoroti bahwa euforia merakit dan meledakkan petasan terus terjadi karena masyarakat masih menganggapnya sebagai bagian dari tradisi menyambut bulan puasa.

“Karena dianggap tradisi, euforia merakit dan meledakkan petasan terus terjadi. Padahal ini sangat berbahaya. Kami akan melaksanakan operasi secara kontinu di seluruh wilayah,” tegasnya.

Operasi Terpadu, Sasar Juga Miras dan Balon Udara Liar

Selain penertiban petasan, kepolisian juga akan menindak sejumlah pelanggaran lain yang kerap muncul selama Ramadan. Di antaranya peredaran minuman keras ilegal, kenakalan remaja seperti aksi perang sarung, serta penerbangan balon udara liar yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.

Pemkab Wonosobo dan Polres membuka kanal pengaduan masyarakat melalui Call Center 112 serta kanal aduan resmi pemerintah daerah. Masyarakat diimbau untuk aktif melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan umum.

Optimistis Target Tercapai dengan Partisipasi Warga

Melalui kombinasi edukasi masif, operasi terpadu lintas sektoral, dan partisipasi aktif masyarakat, Pemkab Wonosobo menyatakan optimistis target Zero Petasan dapat terwujud. Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga pada kesadaran kolektif seluruh warga untuk menjaga keselamatan dan kekhusyukan Ramadan 1447 H.

error: Content is protected !!