Menjelang perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026, Polres Wonosobo menerjunkan 1.944 personel gabungan untuk mengamankan seluruh tahapan pesta demokrasi di tingkat desa tersebut. Langkah ini dilakukan guna memastikan situasi kamtibmas di Kabupaten Wonosobo tetap aman, tertib, dan kondusif.

Kesiapan pengamanan itu disampaikan langsung oleh Kapolres Wonosobo, AKBP Ricky Pripurna Atmaja, dalam acara Deklarasi Damai Pilkades Serentak 2026 yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Wonosobo pada Kamis (5/11/2026).
Operasi Aman Desa 2026 Siap Kawal 166 Desa
Kapolres Wonosobo mengungkapkan bahwa skema pengamanan ini disiagakan melalui Operasi Aman Desa 2026, yang telah bergulir sejak 20 Oktober hingga 15 Desember 2026 mendatang.
Pilkades Serentak tahun ini bakal diikuti oleh 166 desa di seluruh Kabupaten Wonosobo dengan total 476 Calon Kepala Desa (Cakades). Sementara itu, puncak pemungutan dan penghitungan suara dijadwalkan serentak pada Rabu, 25 November 2026.
“Kami menyiapkan 1.944 personel gabungan, terdiri dari 616 personel Polri, 332 personel TNI, dan 996 personel Linmas untuk memastikan seluruh tahapan Pilkades berjalan aman dan kondusif,” ujar AKBP Ricky Pripurna Atmaja.
Kapolres mengimbau para kontestan beserta tim suksesnya untuk senantiasa menjaga kesejukan iklim politik lokal. Persaingan antarcalon diharapkan mengedepankan etika demokrasi tanpa diwarnai intimidasi, kecurangan, atau gesekan antarkelompok. Apabila muncul perbedaan atau perselisihan hasil, diharapkan diselesaikan melalui musyawarah dan koridor hukum yang sah.
Pemkab Wonosobo Dorong Demokrasi Bermartabat
Senada dengan Kapolres, Bupati Wonosobo H. Afif Nurhidayat mengapresiasi ikrar Deklarasi Damai bertema “Dengan Semangat Persatuan dan Demokrasi, Kita Wujudkan Pilkades yang Jujur, Adil dan Makmur”. Bupati menegaskan bahwa deklarasi ini menjadi fondasi moral dan komitmen bersama.
Bupati Afif mewanti-wanti seluruh Cakades dan tim pemenangan agar menjauhi politik uang (money politics), provokasi, intimidasi, maupun penyebaran berita bohong (hoaks).
“Perbedaan pilihan dan persaingan antarcalon merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Mari kita jadikan Pilkades Serentak Tahun 2026 sebagai proses demokrasi yang bermartabat sekaligus sebagai awal penguatan kebersamaan dan pembangunan desa,” tegas Bupati Afif.
Hingga saat ini, iklim kamtibmas di wilayah Kabupaten Wonosobo terpantau aman dan kondusif. Sinergi antara Polres Wonosobo, TNI, dan jajaran Pemkab Wonosobo dipastikan akan mengawal penuh seluruh rangkaian tahapan, mulai dari pemungutan suara hingga penetapan kades terpilih.




