Setelah tiga hari melakukan pencarian intensif di tengah gelombang laut, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan nelayan yang dilaporkan terjatuh dari perahunya di Perairan Cilacap. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (27/6/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Tukimin (66), seorang nelayan paruh baya warga Desa Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap.
Kronologi Penemuan Korban di Hari Ketiga
Jasad korban pertama kali terlihat mengapung oleh nelayan setempat yang tengah melintas di sekitar area pencarian sekira pukul 06.00 WIB. Informasi tersebut langsung direspons cepat oleh tim rescue yang berada di posko darurat dengan menerjunkan perahu karet ke titik lokasi.
Sekira pukul 06.48 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban secara penuh pada koordinat $7^\circ43’27.2”\text{ LS}$ dan $109^\circ01’32.2”\text{ BT}$. Lokasi penemuan ini berjarak sekira 1,1 kilometer ke arah utara dari titik awal korban dilaporkan terlempar dan jatuh dari perahunya.
Setelah berhasil dibawa ke daratan, jenazah Tukimin langsung dilarikan ke RSUD Cilacap menggunakan mobil ambulans untuk dilakukan pemeriksaan medis akhir sebelum diserahterimakan kepada pihak keluarga duka.
Berawal dari Laporan HNSI Cilacap
Operasi kemanusiaan ini pertama kali digulirkan setelah Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Cilacap menerima laporan darurat dari Sugiyamin, perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap, pada Kamis (25/6/2026) silam sekira pukul 09.00 WIB.
Sejak laporan diterima, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari berbagai unsur instansi vertikal, relawan kebencanaan, hingga solidaritas nelayan lokal langsung berjibaku menyisir permukaan laut lepas selama tiga hari berturut-turut demi melacak keberadaan korban.
Operasi SAR Resmi Ditutup
Koordinator Tim SAR Gabungan, Arif Wibowo, menyatakan bahwa dengan ditemukannya jasad korban, maka seluruh rangkaian operasi pencarian di Perairan Cilacap resmi dihentikan dan ditutup.
“Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR dinyatakan ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas kerja sama dan sinergitas yang luar biasa selama pelaksanaan operasi di lapangan,” kata Arif Wibowo, Sabtu (27/6/2026).
Arif juga menambahkan bahwa ketepatan koordinasi antar-lini serta kecepatan suplai informasi dari para nelayan di laut menjadi faktor krusial hingga target operasi berhasil ditemukan, meskipun dalam kondisi yang tidak lagi bernyawa.




