Disorot Usai Acara Bermuatan Politik, Komunitas Balon Udara Wonosobo Tegaskan Bersikap Netral dan Tak Terafiliasi
Komunitas Balon Udara Wonosobo menyampaikan klarifikasi resmi menyusul maraknya perbincangan hangat di media sosial terkait penerbangan balon udara pada Minggu (9/8/2026). Pihak komunitas secara tegas menyatakan tidak terlibat dan tidak terafiliasi dengan agenda HUT ke-3 GMPP serta Festival Jagat Tunas Bumi (Jatubu) tersebut.

Ketua Komunitas Balon Udara Wonosobo, Agam Setyobudi, mengungkapkan bahwa kegaduhan yang timbul di media sosial sempat berdampak negatif pada citra pengurus dan para pembuat balon di Wonosobo. Pasalnya, sebagian masyarakat mengira agenda tersebut diselenggarakan oleh komunitas.
“Kami ingin meluruskan bahwa Komunitas Balon Udara Wonosobo sejak awal bersikap netral, tidak terlibat dalam politik praktis, dan tidak terafiliasi dengan kelompok atau partai politik mana pun,” ujar Agam saat memberikan keterangan resmi.
Tegaskan Agenda Resmi Balon Udara Hanya Dua
Agam menjelaskan bahwa secara kelembagaan, Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama komunitas pada dasarnya hanya memiliki dua agenda resmi tahunan untuk penerbangan balon udara, yakni Java Balloon Attraction dan Festival Mudik. Mengenai festival yang berlangsung pada 9 Agustus lalu, pihak komunitas sama sekali tidak terlibat sebagai jajaran panitia.
Ia sangat menyayangkan adanya pemanfaatan tradisi balon udara untuk kepentingan politik praktis tertentu hingga memicu polemik di tengah masyarakat. Menurutnya, festival balon udara sejatinya merupakan wadah pameran karya seni, kreativitas, dan daya tarik wisata daerah.
Meski begitu, Agam menggarisbawahi bahwa penyampaian pesan pada balon udara sebenarnya sah-sah saja selama bermuatan isu sosial yang edukatif.
“Sebenarnya boleh saja jika ada pesan atau program sosial yang baik. Kami juga sering membuat balon dengan pesan penolakan perundungan (anti-bullying) hingga kampanye anti-korupsi. Namun, jika digiring ke arah kepentingan politik praktis tertentu yang memicu penolakan masyarakat, itu sangat kami sayangkan,” tegasnya.
Berdampak Psikologis Menjelang Pentas Internasional di Meksiko
Sorotan tajam dan komentar negatif warganet diakui cukup memukul psikologis para perajin (craftsman) balon udara di Wonosobo. Padahal, saat ini komunitas tengah mematangkan persiapan besar untuk membawa nama baik Indonesia dan kebudayaan Wonosobo ke tingkat internasional di Meksiko pada bulan ini, serta agenda pentas di Gorontalo pada September mendatang.
“Perjuangan kami membina tradisi ini sudah hampir 10 tahun, dari yang semula dilarang hingga kini dikenal luas. Ketika ada isu seperti ini dan komentar netizen seolah menyalahkan komunitas, teman-teman pengrajin sempat merasa drop. Kendati demikian, hingga kini belum ada pembatalan agenda mendatang,” tutur Agam.
Imbauan Koordinasi untuk Penyelenggara Acara
Guna mengantisipasi kejadian serupa di masa depan, Komunitas Balon Udara Wonosobo menyatakan tetap terbuka dan siap mendukung setiap kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat, UMKM, serta pariwisata daerah.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat maupun penyelenggara acara yang berniat mengadakan kegiatan festival balon udara agar berkoordinasi langsung dengan pihak komunitas resmi atau melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo.




