Remaja Wonosobo Hilang 42 Hari Ditemukan Selamat di Grobogan, Sempat Tinggalkan Surat Pamitan
Unit Reskrim Polsek Kertek bersama Tim Resmob Polres Wonosobo berhasil mengungkap kasus seorang remaja yang dilaporkan hilang. Remaja berinisial NZ (18), warga Kecamatan Kertek, ditemukan dalam kondisi selamat setelah sempat hilang kontak dengan keluarga selama 42 hari.

Kronologi Remaja Wonosobo Hilang
NZ diketahui meninggalkan rumah pada Kamis (25/12/2025) sekitar pukul 05.00 WIB. Kepergiannya tidak diketahui oleh anggota keluarga maupun warga sekitar. Namun sebelum pergi, NZ meninggalkan sepucuk surat pamitan kepada orang tuanya.
Sejak saat itu, pihak keluarga kehilangan kontak dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kertek.
Proses Pencarian Remaja Hilang Wonosobo
Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Kertek melakukan serangkaian penyelidikan dan penelusuran berdasarkan keterangan dari pihak keluarga. Dari hasil pendalaman, petugas memperoleh informasi bahwa NZ berada di luar wilayah Kabupaten Wonosobo.
Koordinasi Antarpihak Kepolisian
Tim gabungan Reskrim Polsek Kertek dan Tim Resmob Polres Wonosobo kemudian bergerak menuju lokasi yang dimaksud dan berkoordinasi dengan Polsek Godong, Polres Grobogan.
Upaya tersebut membuahkan hasil setelah NZ berhasil ditemukan pada Kamis (5/2/2026) di sebuah rumah kos di Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
Pendekatan Humanis dalam Penanganan
“Korban berhasil kami temukan dalam kondisi selamat, dan proses penanganan kami lakukan secara humanis dengan mengedepankan pendekatan persuasif,” kata Kapolsek Kertek AKP Sutono.
Petugas selanjutnya memastikan kondisi fisik dan psikologis NZ dalam keadaan baik. Pada Jumat (6/2/2026), NZ kemudian dibawa kembali ke Wonosobo dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut.
Imbauan Polsek Kertek untuk Orang Tua
Polisi mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan komunikasi dengan anak-anak serta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila terjadi peristiwa serupa agar dapat segera ditangani.
Tips Mencegah Remaja Kabur dari Rumah
Kasus remaja yang meninggalkan rumah sering dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari masalah keluarga, tekanan akademis, pergaulan, hingga masalah pribadi. Berikut beberapa langkah pencegahan:
Untuk Orang Tua:
- Bangun komunikasi terbuka – Ciptakan suasana nyaman agar anak mau bercerita
- Dengarkan tanpa menghakimi – Pahami perspektif anak
- Kenali teman dan lingkungan pergaulan – Tanpa bersikap invasif
- Perhatikan perubahan perilaku – Seperti menarik diri, murung, atau memberontak
- Cari bantuan profesional – Jika diperlukan konseling keluarga
- Hindari kekerasan verbal/fisik – Cari cara komunikasi yang sehat
- Quality time bersama keluarga – Luangkan waktu berkualitas
Tanda-Tanda Remaja Berpotensi Kabur:
- Sering menyendiri dan menarik diri
- Konflik keluarga yang meningkat
- Penurunan prestasi akademis
- Perubahan perilaku drastis
- Menghabiskan banyak waktu di luar rumah
- Berbicara tentang “pergi jauh”
- Menulis surat atau pesan perpisahan
- ✅ Segera hubungi keluarga, teman, dan kenalan
- ✅ Cek lokasi terakhir dan aktivitas media sosial
- ✅ Laporkan ke polisi tanpa menunggu 24 jam
- ✅ Sebarkan informasi dengan foto terbaru
- ✅ Koordinasi dengan RT/RW setempat
- ✅ Tetap tenang dan berpikir jernih
Pentingnya Kesehatan Mental Remaja
Kasus ini juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental remaja. Masa remaja adalah periode penuh tantangan dengan berbagai tekanan dari berbagai aspek kehidupan.
Dukungan keluarga, sekolah, dan lingkungan sangat penting untuk membantu remaja melewati fase ini dengan baik. Jangan ragu mencari bantuan profesional seperti psikolog atau konselor jika diperlukan.
Keberhasilan Polsek Kertek dan Polres Wonosobo dalam menemukan NZ dalam kondisi selamat patut diapresiasi. Pendekatan humanis yang diterapkan menunjukkan kepedulian terhadap kondisi psikologis korban, bukan hanya menyelesaikan kasus secara administratif.




