Prestasi membanggakan di bidang industri kreatif dan pelestarian budaya kembali ditorehkan oleh talenta muda asal “Negeri di Atas Awan”. Dua model berbakat asal Kabupaten Wonosobo, Pandu Waraswati dan Tina Sofiana, sukses mengharumkan nama daerah setelah berhasil menyabet penghargaan bergengsi dalam ajang Pesona Batik Nusantara 2026 yang digelar di Jakarta.

Kompetisi berskala nasional tersebut diikuti oleh sedikitnya 158 finalis dari berbagai provinsi di Indonesia. Di tengah ketatnya persaingan, kedua perwakilan Wonosobo ini sukses mencuri perhatian dewan juri:
-
Pandu Waraswati: Sukses menyabet gelar tertinggi sebagai Grand Icon Pesona Batik Nusantara 2026 untuk Kualifikasi Tingkat B (kategori usia 9–12 tahun).
-
Tina Sofiana: Berhasil meraih penghargaan Best Performance Pesona Batik Nusantara 2026 pada Kualifikasi Tingkat D (kategori usia 18–22 tahun).
Diterima Langsung oleh Bupati di Pendopo Kabupaten
Keberhasilan ini langsung mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Pada Senin (1/6/2026), Pandu dan Tina diundang dan diterima langsung oleh Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, di Pendopo Bupati sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka membawa nama baik daerah.
Bupati Afif Nurhidayat mengaku sangat bangga melihat putra-putri daerah mampu bersaing di tingkat nasional, bahkan memiliki proyeksi kuat untuk menembus panggung internasional dalam waktu dekat.
“Hari ini saya bersama adik Pandu Waraswati dan Tina Sofiana, putri-putri dari Wonosobo yang luar biasa bertalenta di bidang modeling. Alhamdulillah, mereka sudah mengikuti berbagai macam event tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional. Insyaallah, sebentar lagi mereka akan melaju ke kancah internasional di Bangkok (Thailand), Malaysia, serta Bandung,” tutur Bupati Afif.
Bupati juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Wonosobo untuk memberikan doa dan dukungan penuh agar karier kedua model muda ini terus berkembang di tingkat dunia.
Pandangan Gen Z: Batik sebagai Media Kreativitas Kekinian
Bagi Tina Sofiana, kain batik bukan sekadar busana formal biasa, melainkan warisan leluhur yang harus dihidupkan oleh generasi muda lewat inovasi. Terinspirasi dari sosok model sekaligus aktivis lingkungan, Harashta Haifa Zahra, Tina optimistis batik bisa menjadi tren global.
“Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan. Kita sebagai generasi muda bisa menggunakannya sebagai wadah kreativitas, bahkan peluang berkarya. Caranya dengan memadukan batik ke dalam potongan busana kekinian, seperti jaket atau outer yang biasa digunakan oleh Gen Z,” jelas Tina.
Di sisi lain, Pandu Waraswati yang berhasil meraih gelar Grand Icon mengaku sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa keluar sebagai juara. Bocah yang mengidolakan sosok juri Kalisa Putri ini menyampaikan terima kasih mendalam kepada pihak agensi penumpu bakatnya, Plor Management, yang telah menggemblengnya selama proses karantina satu pekan di Golden Boutique Hotel Kemayoran, Jakarta.
Siap Unjuk Gigi di Runway Bangkok dan Malaysia
Ajang Pesona Batik Nusantara 2026 sendiri merupakan wadah pencarian bakat dan duta budaya nasional yang dibagi dalam empat kategori usia (5–8 tahun, 9–12 tahun, 13–17 tahun, dan 18–22 tahun).
Pasca-kemenangan di Jakarta, jadwal padat pramusim internasional sudah menanti kedua srikandi muda Wonosobo ini. Pandu Waraswati dijadwalkan akan segera mewakili Jawa Tengah pada ajang Indonesia Culture di Bandung, disusul persiapan matang untuk tampil internasional di panggung Malaysia Runway serta kontes Miss Cilik Asian di Bangkok, Thailand.
Capaian impresif ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan geografis tidak menghalangi talenta muda Wonosobo untuk bersinar di level nasional dan menembus radar industri fesyen internasional.




