Diduga Rem Blong, Truk Muatan Bahan Kimia Masuk Jalur Penyelamat Purwojati Kertek, Sopir Alami Luka Bakar
Kecelakaan tunggal melibatkan truk angkutan bahan berbahaya dan beracun (B3) terjadi di jalur tengkorak Jalan Parakan–Kertek, tepatnya di Desa Purwojati, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Kamis (29/10/2026) pagi.

Truk bernomor polisi K 9713 FP yang mengangkut cairan bahan kimia tersebut diduga mengalami disfungsi sistem pengereman saat melintasi jalur menurun panjang. Beruntung, pengemudi berhasil mengarahkan kendaraan masuk ke jalur penyelamat (emergency safety area) di sisi kiri jalan, sehingga tidak menghantam kendaraan lain di jalur utama.
Kabin Ringsek dan Muncul Asap Putih dari Muatan
Kecelakaan yang menimpa truk dalam perjalanan dari Semarang menuju Cilacap ini mengakibatkan kerusakan cukup parah pada bagian kabin kendaraan. Selain itu, muatan cairan kimia tampak berserakan di hamparan kerikil jalur penyelamat dan mengeluarkan asap putih tipis.
Kasat Lantas Polres Wonosobo, AKP Muhammad Hazaquan, membenarkan insiden tersebut. Dari hasil penyelidikan awal, kecelakaan diduga kuat dipicu oleh kegagalan fungsi pengereman saat kendaraan melaju di medan jalan menurun dari arah Parakan menuju Kertek.
“Kami menduga, dalam penyelidikan dari pengemudi, mengalami disfungsi rem,” kata Hazaquan di lokasi kejadian, Kamis (29/10/2026).
Akibat benturan keras saat masuk ke jalur penyelamat, pengemudi truk dilaporkan mengalami luka bakar dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan medis intensif. Polisi belum bisa menggali keterangan lebih mendalam karena pengemudi masih dalam perawatan tim medis.
“Untuk saat ini pengemudi masih dalam proses pengobatan. Pemeriksaan akan dilakukan setelah kondisi pengemudi memungkinkan,” tambah Hazaquan.
Evakuasi Khusus Melibatkan Damkar dan BPBD
Proses evakuasi truk beserta muatannya membutuhkan penanganan ekstra hati-hati lantaran adanya indikasi kebocoran cairan kimia beracun yang menimbulkan kepulan asap putih. Satlantas Polres Wonosobo menerjunkan tim gabungan yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Wonosobo.
Meskipun dalam keterangan awal muatan disinyalir berupa bahan kimia jenis HCl (Asam Klorida) atau Amonia, jenis bahan berbahaya tersebut masih akan dipastikan kembali melalui pemeriksaan resmi dari tim teknis. Petugas juga langsung melokalisasi area sekitar untuk mengantisipasi potensi bahaya paparan bahan kimia bagi pengguna jalan dan warga sekitar.
Imbauan Ketat Kendaraan Angkutan Barang dan B3
Menyikapi berulangnya insiden lalu lintas di jalur rawan Kertek, AKP Muhammad Hazaquan mengimbau keras kepada para pengemudi dan perusahaan armada angkutan barang agar selalu melakukan pengecekan kelaikan kendaraan secara berkala sebelum beroperasi.
“Kami mengimbau untuk wajib melakukan pengecekan pengereman dan kondisi kendaraannya sebelum melaksanakan perjalanan,” tegas Kasat Lantas.
Ia menekankan bahwa selain keandalan sistem pengereman, tata cara pengikatan muatan (securing) harus dipastikan benar-benar aman. Khusus armada pengangkut Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) penanganan bahan berbahaya merupakan hal mutlak guna mencegah kebocoran fatal yang dapat mengancam keselamatan pengguna jalan serta kelestarian lingkungan.
Hingga saat ini, jajaran Satlantas Polres Wonosobo masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi penyebab pasti serta kelayakan kendaraan sebelum kecelakaan terjadi.




