Baznas Wonosobo Salurkan 1.260 Paket Sembako Jelang Idulfitri, Buruh Gendong hingga Petugas Kebersihan Antre sejak Pagi
Puluhan warga terlihat mengantre di depan Kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Wonosobo, Rabu (11/3/2026). Mereka datang sejak pagi untuk mendapatkan bantuan paket sembako yang disalurkan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.

Di antara barisan antrean tampak buruh gendong, kuli panggul, hingga petugas kebersihan — para pekerja informal yang menggantungkan harapan pada bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di bulan Ramadan dan menjelang Lebaran.
1.260 Paket untuk 21 Kelompok
Ketua Baznas Wonosobo, Priyo Purwanto, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari kegiatan pentasyarufan zakat kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Yang kita tasyarufkan ada sejumlah 1.260 bungkus atau paket sembako untuk 21 kelompok,” kata Priyo.
Setiap paket sembako yang disalurkan memiliki nilai sekitar Rp150 ribu. Meski terlihat sederhana, bagi para penerima manfaat, bantuan ini terasa sangat berarti di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga selama Ramadan.
Permintaan Melebihi Ketersediaan
Antusiasme masyarakat terhadap program ini ternyata jauh melampaui kapasitas yang tersedia. Data Baznas mencatat sekitar 1.700 permohonan bantuan yang diajukan dari berbagai kelompok masyarakat. Namun karena keterbatasan stok, Baznas baru dapat memenuhi sekitar 1.260 paket dari total permohonan tersebut.
“Permohonan itu tidak bisa mencukupi semuanya karena data itu, di tempat kami itu ada 1.700, ini kami bisa mencukupi 1.200 paket,” ujar Priyo.
Dukungan BSI dan Baznas RI
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Baznas Wonosobo tidak berjalan sendiri. Bank Syariah Indonesia (BSI) Wonosobo turut memberikan dukungan berupa tambahan 45 paket sembako.
“Alhamdulillah, kami mendapatkan uluran tangan dari BSI Wonosobo, tadi itu 45 paket sembako,” kata Priyo.
Selain itu, Baznas Wonosobo juga menunggu tambahan bantuan dari Baznas RI yang disalurkan melalui dua jalur distribusi — jalur utara dan jalur selatan. Wonosobo sendiri masuk dalam jalur selatan. Priyo berharap bantuan tambahan tersebut dapat menutup kekurangan paket yang belum terpenuhi.
Rasa Syukur Penerima Manfaat
Marsudi, salah satu penerima bantuan yang datang jauh dari Wadaslintang, mengaku bersyukur bisa mendapatkan paket sembako tersebut. Ia datang ke Kantor Baznas Wonosobo sejak pagi dan rela mengantre bersama warga lain demi mendapatkan bantuan.
“Ya, alhamdulillah bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama Ramadan dan menjelang Idulfitri ketika kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat,” ungkapnya.
Marsudi berharap program bantuan semacam ini dapat terus berlanjut agar masyarakat kecil seperti dirinya bisa terus merasakan manfaatnya.
Dengan penyaluran ini, Baznas Wonosobo berharap bantuan dapat meringankan beban warga — khususnya kelompok pekerja informal — sehingga mereka dapat merayakan Idulfitri dengan lebih tenang dan sejahtera.




