Sejumlah wilayah di Kabupaten Wonosobo dilanda fenomena hujan es pada Sabtu (28/3/2026) siang. Fenomena langka ini melanda kawasan dataran tinggi Dieng hingga lereng Gunung Sindoro dan sempat terekam kamera warga sebelum viral di media sosial, memperlihatkan butiran es berukuran cukup besar jatuh disertai suara gemuruh di atap rumah.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonosobo, Sabarno, mengonfirmasi hujan lebat disertai petir dan butiran es terjadi di beberapa titik strategis sejak pukul 11.50 hingga 12.15 WIB.
“Berdasarkan laporan relawan, hujan es terpantau di kawasan Kejajar hingga Dieng. Selain itu, wilayah lereng Gunung Sindoro di Kecamatan Kertek, meliputi Desa Reco, Kapencar, hingga Bedakah juga melaporkan hal serupa,” ujar Sabarno.
Jalan Provinsi Wonosobo-Dieng Tergenang
Meski intensitas hujan es berlangsung relatif singkat, dampak cuaca ekstrem ini mulai memicu gangguan infrastruktur. Di Kecamatan Garung, tepatnya di ruas jalan provinsi kawasan Desa Jengkol, aliran air dilaporkan meluap hingga ke badan jalan.
Luapan tersebut diduga terjadi karena saluran drainase tidak mampu menampung debit air hujan yang sangat tinggi dalam waktu singkat. Akibatnya, aktivitas pengguna jalan yang melintasi jalur utama Wonosobo–Dieng sempat terganggu oleh genangan air.
BPBD Siagakan Tim, Belum Ada Kerusakan Signifikan
Hingga saat ini, BPBD Wonosobo melaporkan belum ada kerusakan bangunan yang signifikan akibat hantaman butiran es maupun sambaran petir. Namun tim TRC tetap disiagakan di lapangan untuk memantau titik-titik rawan longsor dan banjir luapan.
Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Wonosobo masih akan berlangsung hingga pukul 14.30 WIB.
“Kami mengimbau masyarakat, terutama yang berada di wilayah lereng pegunungan dan dataran tinggi, untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang dan sambaran petir yang menyertai hujan lebat ini,” tegas Sabarno.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan wisatawan yang berada di kawasan Dieng dan sekitarnya — terutama di tengah ramainya kunjungan wisata pada momen puncak Festival Mudik Balon Udara dan libur Lebaran 2026 — untuk selalu memantau informasi cuaca terkini sebelum beraktivitas di luar ruangan.




