Menelusuri Saluran Irigasi Singomerto Banjarnegara: Urat Nadi Pertanian yang Tak Pernah Kering
Jalur irigasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengairan lahan pertanian, tetapi juga kerap menawarkan pemandangan asri yang menenangkan. Salah satunya adalah jalur irigasi yang membentang di kawasan Parakancanggah hingga Semarang Kidul, Kabupaten Banjarnegara.

Saluran air ini terhubung dengan sistem Saluran Induk Irigasi Singomerto yang berpusat di Sokanandi, Banjarnegara. Aliran airnya bersumber langsung dari Sungai Serayu, menjadikannya pasokan air yang melimpah dan sangat vital bagi sektor pertanian di wilayah sekitarnya.
Menyusuri jalan setapak di sepanjang bantaran irigasi—mulai dari kawasan Pondok Pesantren Al Fatah Parakancanggah hingga tembus ke Semarang Kidul—menyuguhkan suasana pedesaan yang rindang dengan deretan pohon kelapa dan vegetasi hijau di kanan-kiri aliran air.
Penyelamat Petani Saat Musim Kemarau
Keunggulan utama dari Saluran Induk Singomerto ini adalah debit airnya yang relatif stabil sepanjang tahun. Pasokan air dari Sungai Serayu memastikan saluran ini tidak pernah kekeringan, bahkan di tengah musim kemarau sekalipun.
Aliran air ini tidak berhenti di Parakancanggah atau Semarang Kidul saja, melainkan mengalir jauh melintasi sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Banjarnegara, meliputi:
-
Kecamatan Bawang
-
Kecamatan Purwonegoro
-
Kecamatan Mandiraja
Ketersediaan air yang konsisten ini menjadi penopang utama ratusan hektare sawah dan ladang milik petani di sepanjang jalur irigasi, sehingga ancaman gagal panen akibat krisis air dapat diminimalisasi.




