Wonosobo News

Berita Terkini dan Hiburan Wonosobo

ADVERTISEMENT

728 x 90

ADVERTISEMENT

728 x 90

Keracunan Program Makan Bergizi Gratis
Jateng DIY

Puluhan Siswa SMPN 3 Candimulyo Magelang Dilarikan ke Fasilitas Medis, Diduga Keracunan Program Makan Bergizi Gratis

Puluhan siswa SMPN 3 Candimulyo, Kabupaten Magelang, mengalami gejala mual, sakit perut, hingga muntah berulang pada Jumat (7/8/2026). Gejala medis tersebut diduga kuat muncul akibat reaksi setelah mengonsumsi hidangan dari Program Makan Bergizi Gratis yang dibagikan di sekolah.

Keracunan Program Makan Bergizi Gratis
Keracunan Program Makan Bergizi Gratis

Sejumlah pelajar yang kondisinya melemah terpaksa dilarikan ke fasilitas kesehatan setempat menggunakan tiga hingga empat unit ambulans desa untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Dua siswa sempat menjalani perawatan di Puskesmas Candimulyo, sementara empat siswa lainnya dirujuk ke RSUD Merah Putih Magelang.

Gejala Muncul Usai Jam Sekolah, Kegiatan Ekskul Dibatalkan

Keluhan kesehatan mulai dirasakan para siswa sesaat setelah kegiatan belajar mengajar (KBM) berakhir pada pukul 13.20 WIB. Sejumlah pelajar mengeluhkan mual, muntah berulang, pusing, hingga demam tinggi.

Melihat kondisi darurat tersebut, pihak sekolah mengambil langkah cepat dengan membatalkan seluruh kegiatan ekstrakurikuler Pramuka sore itu dan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk proses evakuasi medis.

Kronologi Pembagian dan Menu Makanan

Guru SMP Negeri 3 Candimulyo, Wahyudi, menjelaskan bahwa distribusi hidangan Program Makan Bergizi Gratis diberikan lebih awal kepada 182 siswa dan 22 staf sekolah, yakni pada pukul 10.10 WIB.

Adapun menu makanan yang disajikan pada hari tersebut meliputi:

  • Nasi kuning

  • Telur rebus bumbu kecap

  • Olahan ikan

  • Tempe goreng

  • Acar

  • Buah anggur

“Anak-anak ada yang mengeluh perut sakit, mual, muntah, sampai panas dingin. Semuanya siswa SMPN 3 Candimulyo,” ungkap Wahyudi.

Sekolah Larang Siswa Konsumsi Sisa Makanan dan Lakukan Pendataan

Wahyudi menambahkan bahwa tidak seluruh siswa menghabiskan jatah makanan mereka di ruang kelas, sehingga sebagian pelajar membawa pulang sisa hidangan tersebut. Menyikapi insiden ini, pihak sekolah mengimbau secara tegas agar makanan yang dibawa pulang tidak dikonsumsi terlebih dahulu hingga ada hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.

“Kami memang mengimbau kalau tidak habis dimakan di sekolah agar dibungkus dan dibawa pulang. Tetapi setelah ada kejadian ini, kami mengimbau supaya makanan yang dibawa pulang tidak dikonsumsi dulu,” tegasnya.

Saat ini, pihak sekolah masih terus melakukan pendataan karena jumlah siswa yang melaporkan gejala keluhan kesehatan diperkirakan masih terus bertambah. Pihak sekolah juga meminta para orang tua untuk sigap membawa anak mereka ke puskesmas atau fasilitas medis terdekat jika menunjukkan gejala penurunan kondisi tubuh.

error: Content is protected !!