Realisasi Anggaran Wonosobo Triwulan I 2026 Capai 13,14 Persen: Bupati Afif Tekan Percepatan dan Efektivitas
Pemerintah Kabupaten Wonosobo resmi merilis capaian realisasi anggaran untuk Triwulan I Tahun Anggaran 2026. Hingga akhir Maret, serapan belanja daerah tercatat berada di angka 13,14 persen, sementara realisasi pendapatan daerah sedikit lebih tinggi di angka 13,60 persen.
Meski dinilai sebagai awal yang stabil, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menegaskan bahwa capaian tersebut belum cukup kuat untuk menjamin percepatan pembangunan jika tidak dibarengi dengan perbaikan kinerja yang signifikan di sisa tahun anggaran.
Hindari Penumpukan Anggaran di Akhir Tahun
Dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (10/4/2026), Bupati Afif memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran perangkat daerah untuk mengubah pola kerja klasik, yakni penyerapan anggaran yang menumpuk di akhir tahun.
“Yang kita kejar bukan sekadar angka serapan, tetapi bagaimana anggaran ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Afif.
Ia menambahkan bahwa Forum Monitoring dan Evaluasi (Monev) harus menjadi instrumen deteksi dini. Keterlambatan dalam mengidentifikasi masalah di lapangan dinilai menjadi salah satu penghambat utama yang harus segera dibenahi melalui respons cepat dan tepat.
Evaluasi Menyeluruh di 79 Instansi
Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Mohammad Kritijadi, mengungkapkan bahwa evaluasi Triwulan I ini dilakukan secara komprehensif. Proses monitoring mencakup:
-
35 Perangkat Daerah
-
15 Kecamatan
-
29 Kelurahan
Evaluasi ini tidak hanya memotret angka fisik dan keuangan, tetapi juga membedah hambatan birokrasi serta kapasitas fiskal daerah. Hasil evaluasi ini nantinya akan menjadi fondasi dalam merumuskan strategi percepatan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran.
Fokus pada Indikator Makro dan Sinergi
Senada dengan Bupati, Sekretaris Daerah One Andang Wardoyo menyampaikan bahwa realisasi anggaran harus berbanding lurus dengan perbaikan indikator makro pembangunan. Fokus utama Pemkab Wonosobo tetap tertuju pada:
-
Penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.
-
Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
-
Penguatan sinergi lintas sektoral agar tidak terjadi tumpang tindih program.
Strategi Percepatan Ekonomi
Guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat, Pemkab Wonosobo telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain:
-
Inovasi PAD: Mencari sumber pendapatan asli daerah baru tanpa memberatkan masyarakat.
-
Optimalisasi PSN: Memanfaatkan Program Strategis Nasional sebagai penggerak ekonomi lokal.
-
Peran Swasta: Memberikan kemudahan dan kepastian perizinan untuk meningkatkan investasi.
“Sinergi tidak boleh berhenti pada forum, tetapi harus diwujudkan dalam langkah konkret demi mewujudkan Wonosobo yang sejahtera, adil, dan makmur,” pungkas Bupati Afif.




