Revitalisasi SD Negeri 03 Kertek: Wajah Baru di Usia ke-50, Semangat Belajar Kembali Berkobar
Puluhan tahun berdiri kokoh di tengah bentang pegunungan Wonosobo, SD Negeri 03 Kertek kini menyapa para siswanya dengan wajah baru. Sentuhan revitalisasi yang diterima pada tahun 2025 telah mengubah ruang belajar dan fasilitas sanitasi sekolah yang didirikan pada tahun 1976 ini menjadi lebih nyaman dan layak.

Perubahan ini terasa begitu signifikan bagi para siswa dan guru. Jika sebelumnya atap mulai mengendur dan kusen jendela menunjukkan usianya, kini bangunan sekolah terasa lebih bersih, aman, dan menyenangkan. Program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini mengucurkan dana sebesar Rp425 juta, yang difokuskan untuk rehabilitasi tiga ruang kelas dan pembangunan satu paket toilet baru. Fasilitas sanitasi yang baru kini dilengkapi dengan toilet putra, toilet putri, toilet khusus penyandang disabilitas, serta tempat cuci tangan, menjawab keluhan lama warga sekolah.
Muhammad Wahid Sulton, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 03 Kertek sejak Agustus 2026, menyaksikan langsung dampak positif dari program tersebut. Wahid bukanlah orang baru di lingkungan ini; ia pernah mengajar selama enam tahun di sekolah yang sama sebelum bertugas di tempat lain selama lima tahun. Kini kembali, ia mendapati suasana yang jauh berbeda.
“Sebelum revitalisasi, gedung ini memang masih layak pakai, tapi kondisinya kurang begitu bagus. Atap genteng sudah mulai mengendur, dan kusen-kusen jendela juga sudah tidak baik,” ujar Wahid dalam siaran pers Kemendikdasmen, Sabtu (15/8/2026).
Namun, lebih dari sekadar perbaikan fisik, revitalisasi ini telah menyulut semangat baru. Wahid mengamati perubahan perilaku siswa yang kini terlihat lebih betah berada di sekolah. “Anak-anak katanya senang, sekolah menjadi lebih nyaman. Saya lihat semangat belajarnya semakin maju. Sampai sore pun mereka masih suka berkumpul di sini,” tambahnya.
Salah satu siswa yang merasakan manfaatnya adalah Sabata, murid kelas V. Baginya, perubahan paling terasa adalah pada fasilitas toilet yang sebelumnya menjadi momok. “Dulu kondisi sekolah jelek, WC-nya kotor dan suka mampet. Sekarang setelah direvitalisasi, bentuk sekolah lebih bagus, ke WC juga lebih nyaman. Jadi lebih semangat dan tidak males belajar lagi,” cerita Sabata dengan polos.
Senada dengan itu, Maria Magdalena Juliati, yang baru saja purnatugas pada 1 Agustus 2026 setelah menjabat sebagai Kepala Sekolah, menegaskan bahwa ini adalah rehabilitasi pertama yang diterima sekolah sejak berdiri. “Bangunan tahun 1976 ini belum pernah direhab sebelumnya. Setelah kami laporkan kondisinya melalui Dapodik, akhirnya pada tahun 2025 kami mendapat program revitalisasi ini,” jelas Maria.
Maria menilai, program ini sangat krusial. Tembok yang bersih dan ruang kelas yang nyaman membuat proses belajar mengajar menjadi lebih kondusif. “Anak-anak jadi leluasa belajar, dan mereka juga lebih nyaman menggunakan toilet,” katanya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa program revitalisasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih baik. “Revitalisasi tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga untuk menciptakan satuan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran,” tegasnya.
Bagi SDN 03 Kertek, revitalisasi ini menjadi babak baru. Setelah berdiri selama hampir setengah abad, ruang-ruang belajar kini kembali disiapkan untuk menemani generasi berikutnya tumbuh, belajar, dan mengejar cita-cita mereka dalam lingkungan yang lebih layak dan menyenangkan.




