Zulkifli Hasan
Zulkifli Hasan

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, pada Sabtu (10/1/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung efektivitas program pemenuhan gizi masyarakat yang menjadi prioritas pemerintah di wilayah Jawa Tengah.

Dalam peninjauannya, Menko Zulkifli Hasan menginspeksi secara detail alur pelayanan, kelengkapan fasilitas dapur, hingga standar kebersihan yang diterapkan. SPPG Kalikajar sendiri merupakan unit percontohan yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sebuah standar krusial dalam menjamin keamanan pangan bagi ribuan penerima manfaat di wilayah tersebut.

Fokus pada Standar Kebersihan dan Kualitas

Menko Pangan menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia dimulai dari apa yang dikonsumsi. Oleh karena itu, penerapan standar higienitas yang ketat di SPPG bukan sekadar formalitas, melainkan keharusan.

Hal menarik terlihat saat Menko hendak berinteraksi dengan warga; ia memastikan kebersihan pakaian dan sepatunya tetap terjaga sebelum memasuki area steril pelayanan gizi. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga integritas fasilitas kesehatan dan pangan.

“Program SPPG adalah instrumen vital untuk memperkuat layanan gizi, terutama bagi kelompok rentan. Kita ingin memastikan kualitas kesehatan masyarakat meningkat secara merata,” ujar Menko Pangan di sela-sela kegiatannya.

Antusiasme Warga dan Agenda Lanjutan

Meski kunjungan berlangsung singkat (sekitar 30 menit), kehadiran Zulkifli Hasan disambut hangat oleh warga Kalikajar. Setelah meninjau fasilitas, Menko menyempatkan diri menyapa dan berdialog dengan masyarakat yang telah menunggu di sekitar lokasi.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda kerja Menko Pangan di Jawa Tengah. Sesaat setelah mematikan seluruh proses di SPPG berjalan sesuai prosedur, rombongan segera bertolak meninggalkan Wonosobo untuk melanjutkan agenda kerja berikutnya.

Poin Utama Kunjungan:

  • Audit Fasilitas: Memastikan dapur dan alat distribusi sesuai standar kesehatan.

  • Sertifikasi: Menegaskan pentingnya SLHS dalam pelayanan pangan publik.

  • Interaksi Publik: Mendengar langsung aspirasi masyarakat penerima manfaat gizi.

By admin

error: Content is protected !!