Kaswono (65), warga Dusun Krangean Wetan RT 04 RW 03, Desa Banyukembar, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, terbangun dari tidurnya saat asap tebal memenuhi kamar rumahnya, Sabtu (10/1/2026) malam. Saat itu, ia tengah tidur bersama istrinya.
Petani yang juga perajin tempe tersebut langsung bergegas menuju dapur. Namun, ia mendapati api sudah berkobar di ruang memasak.
“Saat kejadian, korban sedang tidur bersama istrinya di dalam kamar,” kata Kepala Pelaksana BPBD Wonosobo, Sumekto Hendra Kustanto, Minggu (11/1/2026).
Sumekto menjelaskan, api terlihat membesar di area tungku memasak. Api diduga berasal dari tungku kayu yang sebelumnya digunakan untuk merebus kedelai.
“Api diketahui menyambar kayu bakar yang berada di sekitar tungku,” ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, Kaswono dan istrinya langsung berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar yang mendengar teriakan itu segera berdatangan dan berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Api baru benar-benar padam setelah petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Proses pemadaman berlangsung sekitar 40 menit.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi, kebakaran dipastikan berasal dari tungku perapian. Tungku tersebut diduga belum padam sempurna saat ditinggal tidur, sehingga api kemudian menjalar ke kayu bakar di sekitarnya.
Akibat kebakaran itu, hampir seluruh isi rumah hangus terbakar. Perabot rumah tangga dan barang-barang berharga tidak dapat diselamatkan. Bangunan rumah utama hanya menyisakan tembok, sementara bagian dapur habis terbakar.
“Saat itu, pemilik rumah memang menggunakan tungku kayu untuk produksi tempe. Aktivitas tersebut rutin dilakukan setiap hari,” jelas Sumekto.
Tidak ditemukan unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut. Pasca kebakaran, Kaswono dan istrinya sementara waktu tinggal di rumah kerabat.
Kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp265 juta. Sejumlah bantuan mulai berdatangan untuk memenuhi kebutuhan dasar korban.
Sumekto mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat menggunakan api di dalam rumah, terutama tungku kayu yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari. (*)
