Jalur Lingkar Sumbing Ditutup Sementara
Jalur Lingkar Sumbing Ditutup Sementara

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo akan melakukan penutupan sementara Jalur Lingkar Sumbing (Jalisu) yang belakangan viral dan ramai dikunjungi wisatawan. Kebijakan ini diambil menyusul kondisi jalur yang dinilai rawan longsor, terutama di tengah tingginya curah hujan pada awal tahun.

“Iya, kita tutup mulai tanggal 16 Januari 2026. Warga lokal masih boleh melintas,” ujar Kepala Dinas PUPR Kabupaten Wonosobo, Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan, Jalan Lingkar Sumbing merupakan jalan baru yang berada di kaki Gunung Sumbing dan melintasi Desa Bowongso hingga Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar. Jalur tersebut baru selesai dibangun pada Desember 2025.

Sejak dibuka untuk umum, jalan yang dikenal dengan sebutan Jalisu—singkatan dari Jalan Lingkar Sumbing—langsung viral di media sosial dan berkembang menjadi destinasi wisata baru, tidak hanya bagi warga Wonosobo, tetapi juga pengunjung dari daerah sekitar.

Namun demikian, tingginya minat kunjungan justru memunculkan sejumlah persoalan. “Kami mempertimbangkan beberapa aspek, terutama keselamatan. Ada beberapa titik yang rawan longsor, ditambah curah hujan masih cukup tinggi,” jelasnya.

Selain faktor keselamatan, Pemkab Wonosobo juga menyoroti perlunya penataan kawasan di sepanjang jalur tersebut. Sejak viral, jumlah pengunjung disebut telah menembus lebih dari 1.000 orang dan memicu munculnya aktivitas ekonomi baru.

Di sisi lain, dampak ikutan juga tidak bisa diabaikan. Sejumlah lapak berdiri di pinggir jalan, bahkan di area yang berpotensi longsor, sehingga dinilai mengganggu estetika dan membahayakan keselamatan.

“Banyak lapak berdiri di pinggir jalan, bahkan di titik rawan longsor. Karena itu, kami bersama pemerintah kecamatan dan desa akan melakukan penataan terlebih dahulu,” tegasnya.

Kepala Dinas PUPR yang akrab disapa Adin itu menambahkan, penataan kawasan Jalur Lingkar Sumbing akan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat setempat. Penataan tersebut juga akan dibarengi dengan upaya penghijauan di area tebing yang rawan longsor.

“Kita ajak warga untuk penataan kawasan, termasuk bagaimana menguatkan tebing dengan menggunakan jenis pohon atau tanaman tertentu,” pungkasnya.

Pemkab berharap, setelah penataan dan pengamanan selesai dilakukan, Jalur Lingkar Sumbing dapat kembali dibuka dengan kondisi yang lebih aman dan tertata bagi masyarakat maupun wisatawan.

By admin

error: Content is protected !!