Perjuangan 10 Tahun Petani Kertek Budidayakan Umbi Yakon Organik hingga Raih Omzet Melimpah
Ketekunan serta keyakinan tinggi dalam mengolah sektor pertanian membuahkan hasil manis bagi Anto, seorang petani asal Dusun Kaliurip, Desa Damarkasian, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Berkat kegigihannya membudidayakan tanaman asal Pegunungan Andes Peru bernama umbi yakon (Smallanthus sonchifolius), ia kini berhasil memanen pundi-pundi rupiah sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga di desanya.

Perjalanan bisnis Anto tidak diraih secara instan. Berawal pada tahun 2013 dari ketidaksengajaannya membeli bibit yang salah, Anto harus belajar mandiri mengenai karakteristik tanaman yakon yang asli dari rekannya yang pernah bekerja di perkebunan Jepang.
📌 Sekilas Info & Manfaat Umbi Yakon
Umbi yakon, atau sering dijuluki sebagai “Sirup Tanah” (Ground Apple), merupakan tanaman herbal asal dataran tinggi Pegunungan Andes, Amerika Selatan. Secara fisik, umbi ini berpenampilan menyerupai singkong atau ubi jalar, namun memiliki daging buah transparan berair yang renyah dan manis manis segar layaknya buah pir atau bengkuang.
Selain lezat dikonsumsi segar, umbi yakon dikenal luas di dunia medis herbal karena kaya akan nutrisi dan khasiat kesehatan:
-
🩺 Aman untuk Penderita Diabetes: Kandungan manisnya didominasi oleh Fructooligosaccharides (FOS) dan inulin, jenis gula kompleks yang tidak dicerna oleh tubuh menjadi glukosa sehingga tidak menaikkan kadar gula darah.
-
🦠 Prebiotik Alami Pencernaan: Senyawa inulin mendukung pertumbuhan bakteri baik (probiotik) di dalam usus serta melancarkan sistem pencernaan.
-
⚖️ Membantu Menurunkan Berat Badan: Rendah kalori dan kaya serat, membuat rasa kenyang bertahan lebih lama sehingga cocok untuk program diet sehat.
-
🫀 Menjaga Kesehatan Jantung & Kolesterol: Membantu menekan kadar kolesterol jahat (LDL) serta mengontrol tekanan darah.
-
🍃 Khasiat Daun Yakon: Daunnya kaya akan antioksidan chlorogenic acid yang sering diolah menjadi teh herbal untuk mengontrol penyerapan gula di dalam tubuh.
Sempat Dipandang Sebelah Mata
Kendati sempat dipandang sebelah mata oleh warga sekitar karena terus memperbanyak tanaman tanpa kepastian pasar selama 10 tahun, Anto tetap memegang teguh keyakinannya untuk terus menanam dan merawat komoditas langka tersebut.
“Pasarnya enggak tahu. Saya cuma keyakinan, kalau saya punya barang, nanti saya pasti bisa menjualnya,” kenang Anto mengenai masa-masa awal merintis perjalanannya.
Titik terang perjuangannya mulai terlihat pada tahun 2023 ketika sebuah unggahan ulasan produknya viral di media sosial. Umbi yakon organik miliknya mendadak diburu oleh masyarakat luas dari berbagai daerah. Seluruh proses budidaya di lahan milik Anto dijalankan secara murni organik tanpa pestisida maupun pupuk kimiawi demi menjaga standar mutu kesehatan.
Tembus Panen 2 Ton per Hari
Kini, buah manis dari ketabahannya mengolah lahan pertanian Wonosobo telah terbukti. Anto mampu mencatatkan kapasitas panen hingga 2 ton per hari dengan volume penjualan online rata-rata mencapai 700 hingga 2.700 paket pengiriman harian ke seluruh Indonesia. Tak hanya umbi segar, daun yakon keringnya juga rutin ia pasok ke berbagai pabrik herbal.
Kisah sukses Anto dari Damarkasian menjadi cerminan bahwa inovasi, keberanian mengambil peluang komoditas unik, serta konsistensi menjaga mutu organik mampu membawa petani lokal Wonosobo naik kelas dan berdaya saing tinggi.




