Wonosobo News

Berita Terkini dan Hiburan Wonosobo

ADVERTISEMENT

728 x 90

ADVERTISEMENT

728 x 90

Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Sigedang Kejajar
Wonosobo

Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Sigedang Kejajar: 1 Rumah Ludes, 4 Rumah dan Musala Ikut Terdampak

Musibah kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di kawasan Dusun Sigendang RT 07 RW 04, Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Kamis (4/6/2026) petang. Peristiwa ini diduga kuat dipicu oleh adanya korsleting pada instalasi listrik rumah tinggal.

Amukan si jago merah tidak hanya menghanguskan satu bangunan utama hingga rata dengan tanah, namun radiasi panasnya juga merusak empat rumah warga di sekitarnya serta satu bangunan musala. Berdasarkan hasil pendataan akhir, total kerugian materiil akibat bencana ini ditaksir mencapai Rp178,5 juta.

Kronologi Kejadian: Api Muncul dari Percikan Kabel Kamar

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Wonosobo, Sabarno, menjelaskan bahwa peristiwa memilukan ini mulai terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Saat insiden berlangsung, mayoritas warga setempat tengah beraktivitas di dalam rumah menjelang datangnya malam.

“Api pertama kali muncul dari percikan kabel listrik di salah satu kamar rumah milik Mufroil,” ungkap Sabarno saat memberikan keterangan resmi.

Dalam waktu singkat, kobaran api langsung membesar dan melahap sebagian besar struktur utama rumah. Kepulan asap tebal yang membumbung tinggi membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar. Warga setempat langsung bahu-membahu menjinakkan api menggunakan peralatan seadanya sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Aksi tanggap dan gotong-royong cepat dari masyarakat ini berhasil melokalisasi pergerakan api, sehingga si jago merah tidak merembet lebih luas ke area permukiman padat lainnya. Petugas Damkar dan BPBD Wonosobo yang tiba beberapa saat kemudian langsung melakukan proses pendinginan lanjutan (cooling down) guna memastikan sisa bara api benar-benar padam.

Rincian Dampak Kerusakan dan Taksiran Kerugian

Kebakaran ini memberikan dampak kerugian bagi beberapa kepala keluarga serta fasilitas umum tempat ibadah setempat. Berikut adalah rincian data kerusakan material yang dihimpun oleh tim BPBD Wonosobo:

  • Rumah Bapak Mufroil: Mengalami kerusakan paling parah (habis terbakar total). Taksiran kerugian mencapai Rp150 juta.

  • Musala Al Huda: Mengalami kerusakan fisik pada struktur bangunan karena lokasinya yang berdekatan dengan titik api. Taksiran kerugian mencapai Rp15 Ass juta.

  • Rumah Bapak Bakdo: Mengalami kerusakan pada bagian atap bangunan. Taksiran kerugian mencapai Rp5 juta.

  • Rumah Bapak Suyanto: Mengalami kerusakan pada bagian depan bangunan. Taksiran kerugian mencapai Rp5 juta.

  • Rumah Bapak Ahmad Zazib: Kaca bagian depan pecah akibat radiasi suhu panas ekstrem. Taksiran kerugian mencapai Rp3 juta.

  • Rumah Bapak Mugiyanto: Kaca bagian depan pecah terdampak radiasi hawa panas. Taksiran kerugian mencapai Rp500 ribu.

Dampak Sosial: 23 Jiwa Selamat dari Maut

BPBD Kabupaten Wonosobo mengonfirmasi bahwa TIDAK ADA KORBAN JIWA MAUPUN LUKA dalam insiden mengerikan ini.

Delapan orang penghuni rumah utama milik Mufroil—yang terdiri dari enam orang dewasa dan dua anak balita—berhasil mengevakuasi diri keluar bangunan tepat pada waktunya sebelum api mengepung seluruh ruangan. Kendati demikian, musibah ini berdampak langsung pada sisi psikologis dan tempat tinggal sedikitnya 23 jiwa dari lima Kepala Keluarga (KK).

Menyikapi rentetan kejadian ini, pihak BPBD Kabupaten Wonosobo mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran yang bersumber dari instalasi listrik rumah tangga. Pemeriksaan berkala terhadap kelaikan kabel, pembatasan beban stopkontak, dan penggunaan peralatan listrik berstandar SNI sangat direkomendasikan demi mencegah musibah serupa terulang kembali di kemudian hari.

error: Content is protected !!