Wonosobo News

Berita Terkini dan Hiburan Wonosobo

ADVERTISEMENT

728 x 90

ADVERTISEMENT

728 x 90

Dua Remaja Hilang di Gunung Bismo
Wonosobo

Dua Remaja Hilang di Gunung Bismo, Pencarian Libatkan Basarnas

Dua remaja asal Desa Krinjing, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, dilaporkan hilang setelah diduga mendaki Gunung Bismo melalui jalur Dusun Rejosari. Hingga Jumat (3/7/2026) malam, keduanya belum ditemukan meskipun pencarian telah dilakukan oleh warga, relawan, TNI-Polri, dan kini melibatkan tim dari Basarnas.

Kedua remaja tersebut masing-masing bernama Arifin Nurohmat (18) dan Yufaidin (15). Keduanya merupakan warga Dusun Krinjing, Desa Krinjing, Kecamatan Watumalang.


Kronologi Kejadian

Camat Watumalang, Arief Hardiyanto, mengatakan bahwa berdasarkan laporan Relawan Penanggulangan Bencana (RPB) Kecamatan Watumalang, kedua remaja itu diketahui meninggalkan rumah pada Selasa, 30 Juni 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka kemudian diduga menuju Gunung Bismo melalui jalur pendakian yang berada di Dusun Rejosari. Sejak saat itu, keduanya tidak kunjung kembali ke rumah.

“Keluarga yang khawatir kemudian berupaya mencari keberadaan mereka dengan melibatkan warga sekitar. Namun, pencarian yang dilakukan secara mandiri belum membuahkan hasil,” kata Arief pada Jumat (3/7/2026).

Arief mengatakan, informasi awal yang diterima menyebutkan bahwa kedua remaja tersebut sempat terlihat meninggalkan kampung sebelum diduga menuju kawasan Gunung Bismo. “Pada tanggal 30 Juni sekitar pukul 12.00 WIB mereka meninggalkan rumah. Kemudian, ada warga yang melihat mereka di sekitar jembatan. Setelah itu, sudah tidak diketahui lagi keberadaannya,” ujar Arief.


Operasi Pencarian Diperluas

Menurut dia, setelah menerima laporan dari keluarga, unsur pemerintah desa bersama warga langsung bergerak melakukan pencarian di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur yang dilalui kedua remaja tersebut. Operasi pencarian kemudian diperluas dengan melibatkan personel dari Polsek Watumalang, Koramil 02 Watumalang, pemerintah kecamatan, Relawan Penanggulangan Bencana (RPB) Kecamatan Watumalang, serta relawan dari sejumlah komunitas kebencanaan.

“Selama tiga hari ini pencarian sudah melibatkan perangkat desa, warga Desa Krinjing, warga desa sekitar, Polsek Watumalang, Koramil Watumalang, pemerintah kecamatan, hingga relawan gabungan,” kata Arief.

Dalam operasi pencarian, tim dibagi menjadi tujuh Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi titik terakhir keberadaan korban. Penyisiran dilakukan di kawasan hutan dan jalur pendakian Gunung Bismo yang memiliki kontur medan cukup terjal. Meski demikian, hingga Jumat, upaya tersebut belum berhasil menemukan kedua remaja itu.


Basarnas Dilibatkan

Melihat pencarian yang belum membuahkan hasil, pemerintah kecamatan kemudian berkoordinasi dengan Basarnas agar proses pencarian dapat dilakukan dengan dukungan personel dan peralatan yang lebih lengkap. Arief mengatakan, tim Basarnas telah tiba di lokasi dan langsung melakukan asesmen lapangan untuk menentukan strategi pencarian lanjutan.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Basarnas dan tim Basarnas sudah sampai di sini. Mereka langsung melakukan asesmen terhadap lokasi yang diduga menjadi titik awal keberadaan korban. Selanjutnya, kami menunggu hasil asesmen untuk menentukan langkah pencarian berikutnya,” ujarnya.

Dia berharap proses pencarian yang melibatkan Basarnas dapat memperluas area penyisiran, sehingga peluang menemukan kedua remaja tersebut semakin besar.


Imbauan kepada Masyarakat

Arief juga mengajak masyarakat untuk turut membantu dengan memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan kedua korban atau sempat melihat mereka saat berada di jalur pendakian Gunung Bismo.

“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar kedua anak dari Desa Krinjing ini dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat dan secepat-cepatnya,” pungkasnya.

error: Content is protected !!