Langkah Menuju Skala Nasional: Bawang Daun Unggulan Lokal Wonosobo ‘Meland-1’ Masuki Uji Akhir Pelepasan Varieta
Sektor hortikultura Kabupaten Wonosobo selangkah lagi akan mencatatkan prestasi di kancah nasional. Varietas bawang daun unggulan lokal, Meland-1, kini tengah menjalani tahapan akhir pengujian intensif sebelum resmi diajukan sebagai Varietas Unggul Baru (VUB) yang dapat diproduksi serta dipasarkan secara legal ke seluruh Indonesia.

Langkah ini menjadi angin segar bagi para petani lokal dalam memperoleh kepastian benih berkualitas tinggi yang adaptif dengan karakteristik lingkungan pegunungan.
Rekam Jejak Meland-1: Unggul di Musim Hujan
Sebagai informasi, Meland-1 pertama kali didaftarkan ke Kementerian Pertanian pada akhir tahun 2024 dan sukses mengantongi sertifikat sebagai Varietas Unggul Lokal pada awal 2025.
Saat ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mendampingi proses uji pembanding untuk memvalidasi keunggulan ilmiah Meland-1 di atas varietas komersial yang sudah mapan di pasaran, seperti Bahana, Lara, dan Blis.
Koordinator Tim Peneliti BRIN, Dr. Retno Pangestuti, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pengujian tahap pertama, Meland-1 menunjukkan performa dan ketahanan biologis terbaik saat dibudidayakan pada kondisi ekstrem musim hujan.
“Kami kembali melakukan pengujian pada musim kemarau untuk melihat kemampuan adaptasi Meland-1 pada kondisi lingkungan yang berbeda. Dengan demikian, data yang dihasilkan akan semakin lengkap sebagai dasar ilmiah dalam proses pelepasan varietas,” jelas Retno dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/7/2026).
Memutus Ketergantungan Benih Luar Daerah
Selama fase uji pemungkas ini, fokus pengamatan tim peneliti mencakup beberapa indikator kunci:
-
Laju pertumbuhan vegetatif tanaman.
-
Daya tahan terhadap cekaman kekeringan musim kemarau.
-
Akurasi dan potensi total hasil panen per hektare.
Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (Dispaperkan) Kabupaten Wonosobo, Dwiyama Saatyani, menegaskan bahwa keberhasilan pelepasan Meland-1 secara resmi akan memicu kemandirian benih hortikultura daerah. Selama ini, tingginya biaya produksi di tingkat petani disebabkan oleh ketergantungan pasokan benih impor atau dari luar daerah.
“Selain menekan biaya produksi, benih lokal ini diharapkan membantu petani mengatur pola tanam sehingga dapat mengurangi risiko kerugian akibat fluktuasi harga maupun kelebihan produksi,” papar Dwiyama.
Target Izin Edar dan Komitmen Riset Lanjutan
Pemerintah Kabupaten Wonosobo menargetkan seluruh dokumen pelepasan dan izin edar komersial Meland-1 dapat rampung sepenuhnya pada tahun 2026 ini.
Pengembangan varietas komoditas lokal ini merupakan wujud nyata kolaborasi taktis antara Pemkab Wonosobo dan BRIN. Melalui sokongan riset berbasis sains yang berkelanjutan, Meland-1 diproyeksikan tidak hanya menjadi komoditas kebanggaan daerah, melainkan mampu mendongkrak daya saing dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat nasional.




