Memasuki hari keenam pencarian, tim SAR gabungan masih terus berupaya menemukan dua remaja asal Desa Krinjing, Kecamatan Watumalang, yang dilaporkan hilang di Gunung Bismo sejak Selasa (30/6/2026). Hingga Senin (6/7/2026), hasil penyisiran menunjukkan jejak terakhir kedua korban berada di kawasan Sidongkal, salah satu jalur pendakian yang cukup menantang di Gunung Bismo.

Dua remaja yang hilang masing-masing bernama Arifin Nurohmat (18) dan Yufaidin (15), warga Dusun Krinjing, Desa Krinjing. Pencarian yang awalnya melibatkan warga, relawan, TNI-Polri, kini telah diperluas dengan melibatkan tim Basarnas serta puluhan sukarelawan dari berbagai komunitas kebencanaan.
Jejak Terakhir di Sidongkal
Camat Watumalang, Arief Hardiyanto, mengatakan bahwa berdasarkan hasil pelacakan dan penyisiran tim di lapangan, ditemukan indikasi kuat bahwa kedua remaja tersebut sempat berada di kawasan Sidongkal. Lokasi tersebut dikenal sebagai area perbukitan dengan kontur terjal dan tutupan hutan yang cukup lebat.
“Dari hasil pencarian tim, ditemukan beberapa jejak yang mengarah ke kawasan Sidongkal. Ini menjadi fokus utama kami dalam pencarian hari ini,” ujar Arief, Senin (6/7/2026).
Meski jejak telah ditemukan, tim masih kesulitan untuk melacak lebih lanjut karena medan yang sulit dijangkau dan minimnya tanda-tanda lain yang dapat mengarahkan ke keberadaan korban.
Strategi Pencarian Diperluas
Dalam operasi hari keenam ini, tim SAR gabungan dibagi menjadi beberapa Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir kawasan Sidongkal dan area sekitarnya. Tim juga menggunakan peralatan pendukung seperti kompas, GPS, dan perlengkapan navigasi untuk membantu proses pencarian di tengah hutan lebat.
Kepala Basarnas Cilacap, yang turun langsung memantau operasi, menyampaikan bahwa pencarian kali ini lebih terstruktur dengan pembagian zona yang jelas bagi masing-masing tim.
“Kami sudah memetakan area berdasarkan informasi terakhir dan jejak yang ditemukan. Hari ini fokus kami di Sidongkal dan sekitarnya. Kami juga membuka kemungkinan untuk memperluas area jika diperlukan,” jelasnya.
Personel yang dikerahkan dalam operasi hari ini mencapai puluhan orang, terdiri dari unsur Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Relawan Penanggulangan Bencana (RPB) Kecamatan Watumalang, serta masyarakat setempat.
Medan Terjal Jadi Kendala
Salah satu kendala utama yang dihadapi tim adalah kondisi medan Gunung Bismo yang terjal dan berbatu, terutama di area Sidongkal. Selain itu, tutupan hutan yang rapat membuat jarak pandang terbatas, sehingga proses penyisiran membutuhkan ketelitian ekstra dan tenaga yang besar.
“Kami harus ekstra hati-hati karena medan di sini cukup ekstrem. Selain itu, cuaca juga menjadi faktor yang harus kami perhitungkan,” ujar salah satu anggota tim SAR di lokasi.
Meski menghadapi berbagai tantangan, tim SAR dipastikan terus berusaha maksimal tanpa mengurangi aspek keselamatan para personel yang terlibat.
Dukungan dan Doa dari Masyarakat
Pihak keluarga dan warga Desa Krinjing terus memberikan dukungan serta doa agar kedua remaja tersebut segera ditemukan dalam keadaan selamat. Mereka juga aktif membantu tim SAR dengan memberikan informasi seputar kebiasaan kedua korban dan jalur-jalur yang kerap dilalui.
Arief kembali mengimbau masyarakat yang memiliki informasi untuk segera melaporkan ke posko pencarian yang telah didirikan di sekitar Basecamp Rejosari.
“Kami berterima kasih atas dukungan dan doa dari seluruh masyarakat. Kami akan terus bekerja keras sampai kedua anak ini ditemukan. Mohon doanya agar pencarian hari ini membuahkan hasil,” pungkas Arief.
Kondisi Terkini
Hingga berita ini diturunkan, kedua remaja tersebut masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan akan terus melanjutkan pencarian dengan menyisir area Sidongkal dan sekitarnya, serta memperluas operasi jika diperlukan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mempercayakan proses pencarian kepada tim yang berwenang.




