Wonosobo News

Berita Terkini dan Hiburan Wonosobo

ADVERTISEMENT

728 x 90

ADVERTISEMENT

728 x 90

salah-satu-perajin-pandai-besi-tengah-membuat-sabit-tradisional
Wonosobo

Sentra Pandai Besi Dusun Dalangan Mulai Manfaatkan Pemasaran Digital Guna Perluas Pasar

Di tengah modernisasi alat pertanian pabrikan, tradisi pandai besi di Dusun Dalangan, Desa Purwojati, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, terbukti ampuh bertahan melintasi zaman. Sentra kerajinan yang diwariskan turun-temurun sejak ratusan tahun lalu ini kini melakukan lompatan besar dengan mengombinasikan keahlian kuno dan strategi pemasaran digital.

Sentra Pandai Besi Dusun Dalangan Mulai Manfaatkan Pemasaran Digital
Sentra Pandai Besi Dusun Dalangan Mulai Manfaatkan Pemasaran Digital

Aktivitas menempa besi panas bukan sekadar profesi selingan, melainkan telah menjadi denyut nadi kehidupan utama masyarakat setempat. Ratusan keluarga di dusun ini menggantungkan seluruh penghidupannya dari produksi alat pertanian tradisional.

Evolusi Produk: Dari “Sabit Lewung” ke Berbagai Varian

Ketua Kelompok Pandai Besi Dusun Dalangan, Damianto, mengisahkan perjalanan panjang industri rumahan ini. Dirinya sendiri telah ikut terjun menempa besi bersama orang tuanya sejak tahun 1994.

Pada masa awal, para pengrajin di Dalangan memiliki ketergantungan pada satu jenis produk saja, namun pasar mereka sudah merambah hingga wilayah pesisir Jawa Tengah.

  • Era Awal (Hingga Akhir 1990-an): Hanya memproduksi satu jenis alat pertanian yang dikenal sebagai Sabit Lewung. Produk ini dipasarkan secara tradisional ke wilayah Kudus, Demak, Pati, dan sekitarnya.

  • Era Modern (Tahun 2000 – Sekarang): Variasi produk mulai berkembang pesat untuk memenuhi kebutuhan pasar yang beragam, meski sabit tetap menjadi komoditas andalan utama.

Dalam satu bulan, kelompok pengrajin di Dalangan mampu memproduksi sekitar 350 bilah sabit. Harga yang ditawarkan pun sangat bervariatif, mulai dari Rp70 ribu hingga Rp350 ribu, tergantung dari ukuran, kerumitan jenis, serta merek dagang sang pengrajin.

Rahasia Kualitas: Teknik Peleburan Besi dan Baja

Menurut Damianto, tingginya minat pasar terhadap alat pertanian asal Dalangan bukan tanpa alasan. Kualitas produk mereka terkenal tangguh karena menggunakan formula khusus warisan leluhur.

“Kualitas produk besi asal Dalangan terletak pada teknik perpaduan bahan besi bersifat lunak dan baja pilihan berkarakter keras. Keduanya dilebur menjadi satu kesatuan sehingga menghasilkan alat pertanian yang luar biasa tajam dan tahan lama,” jelas Damianto saat ditemui di kediamannya, Kamis (21/5/2026).

Menjaga Warisan Ratusan Tahun Lewat E-Commerce

Kepala Desa Purwojati, Nurudin Makruf, memaparkan bahwa eksistensi pandai besi di Dusun Dalangan diperkirakan sudah mengakar kuat sejak tahun 1850-an. Sejarah panjang tersebut tidak lantas membuat industri ini kaku dan antipihak luar.

“Saat ini, ada lebih dari 120 usaha rumahan (pandai besi) yang masih aktif memproduksi berbagai alat pertanian di Dusun Dalangan,” ungkap Nurudin.

Untuk menjawab tantangan zaman, Nurudin menambahkan bahwa para pengrajin kini mulai aktif memanfaatkan media sosial dan platform e-commerce (toko daring). Langkah digitalisasi di sektor hilir ini dinilai menjadi strategi jitu agar industri lokal tetap mampu bersaing ketat di tengah perubahan pola konsumsi pasar.

Kunci Ketahanan Pangan dan Harapan Teknologi

Selain bernilai historis sebagai warisan budaya leluhur, keberlangsungan industri pandai besi di lereng Gunung Sindoro-Sumbing ini memiliki peran yang sangat krusial dalam mendukung ketersediaan alat produksi bagi para petani, yang bermuara pada penguatan ketahanan pangan daerah.

Pemerintah Desa Purwojati berharap ke depan ada intervensi berupa transfer teknologi dari instansi terkait, khususnya inovasi untuk sistem pembakaran tungku yang lebih efisien guna menggantikan arang, serta pendampingan manajemen pemasaran digital yang lebih masif.

error: Content is protected !!