Strategi Pemkab Wonosobo Atasi Banjir: Wacanakan Sodetan Sungai Wangan Aji Menuju Sungai Serayu
Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus berupaya mencari solusi permanen untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda wilayah perkotaan akibat luapan Sungai Wangan Aji dan Sungai Semagung. Salah satu rencana strategis yang kini tengah dikaji adalah pembangunan sodetan sungai untuk memecah debit air.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Wonosobo, Budi Setiyono, mengungkapkan bahwa langkah-langkah yang diambil sejak tahun lalu mulai menunjukkan hasil, meskipun belum sepenuhnya optimal.
Durasi Genangan Berkurang
Upaya teknis seperti pembangunan pelimpah di depan Klinik Pratama Asyifa serta normalisasi drainase jalan terbukti mampu mempercepat surutnya air.
“Alhamdulillah walaupun memang belum maksimal, tapi sudah sedikit mengurangi kejadian banjir. Kalau sekarang, paling lama genangan sekitar setengah jam sudah surut,” ujar Budi pada Minggu (12/4/2026).
Rencana Besar: Sodetan ke Sungai Serayu
Menyadari bahwa normalisasi rutin tidak cukup untuk menampung debit air saat cuaca ekstrem, DPUPR kini tengah serius mengkaji pembangunan sodetan. Rencananya, kelebihan air dari saluran irigasi Wangan Aji akan dialihkan langsung ke Sungai Serayu.
Namun, Budi menekankan bahwa proyek ini merupakan tantangan besar karena beberapa faktor:
-
Kajian Teknis: Sedang dibahas bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak.
-
Anggaran: Membutuhkan dana yang cukup besar.
-
Lahan: Diperlukan pembebasan lahan tambahan untuk jalur air baru.
Tantangan Sampah dan Fungsi Irigasi
Di lapangan, petugas kerap menemukan kendala non-teknis yang memicu banjir, yakni sampah dari hulu.
“Kemarin ada kasus banjir karena sampah bambu yang menutup dan tersangkut di jembatan. Ini yang membuat air cepat meluap,” jelasnya.
Selain itu, status Sungai Wangan Aji sebagai saluran irigasi juga menjadi dilema. Banyaknya saluran pengambilan air membuat sedimentasi lebih mudah tertahan, sehingga kapasitas aliran air sering berkurang secara cepat.
Penanganan Darurat di Sungai Semagung
Tak hanya Wangan Aji, perhatian juga tertuju pada Sungai Semagung. Banjir di area ini sempat merusak bibir sungai hingga mengancam rumah warga. Sebagai langkah awal, petugas telah memasang karung penahan tanah.
Sebagai solusi lanjutan, DPUPR berencana memasang bronjong sepanjang 10 meter dengan ketinggian 2,5 meter. Saat ini, pihaknya sedang menunggu kiriman bantuan material untuk segera memulai pemasangan.
Siaga 24 Jam
Mengingat intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah Wonosobo, DPUPR memastikan seluruh petugas operasi dan pemeliharaan (OP) disiagakan selama 24 jam. Petugas fokus pada pengaturan pintu air secara manual saat hujan deras serta pembersihan sedimentasi pada gorong-gorong yang rawan tersumbat.




