Industri Kecil Wonosobo Terjepit Gejolak Global: Harga Kedelai Meroket, Perajin Tahu Bumiroso Kelimpungan
Badai ekonomi global mulai dirasakan dampaknya hingga ke tingkat daerah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo mengakui bahwa lonjakan harga sejumlah komoditas esensial seperti kedelai, minyak goreng, dan plastik kini berada di luar kendali pemerintah daerah karena sangat bergantung pada dinamika pasar internasional.

Kabag Perekonomian Setda Wonosobo, Lintang Esti Pramana, mengungkapkan bahwa kenaikan yang paling memukul industri kecil adalah komoditas kedelai impor.
Komoditas Impor Tak Terkendali
Menurut Lintang, harga kedelai yang semula berada di kisaran Rp7.000 kini melambung tinggi hingga Rp11.000 per kilogram. Selain kedelai, fluktuasi tajam juga terjadi pada produk plastik karena ketergantungan bahan baku impor. Di sisi lain, stok minyak goreng dari produsen pusat dilaporkan mulai menipis di pasaran pasca-Lebaran.
“Pasca-Lebaran ini dampaknya lebih ke situasi global. Kedelai itu barang impor, jadi kita memang kesulitan dalam pengendalian pasokannya secara langsung di daerah,” ujar Lintang kemarin.
Jeritan Perajin Tahu Desa Bumiroso
Dampak nyata dari kenaikan bahan baku ini dirasakan langsung oleh sentra perajin tahu di Desa Bumiroso, Kecamatan Watumalang. Sebanyak 86 produsen tahu dan tempe di wilayah tersebut kini berada dalam posisi terjepit antara biaya produksi yang membengkak dan daya beli masyarakat.
Muhaimin, seorang perangkat desa yang juga berprofesi sebagai produsen tahu, mengaku tak punya banyak pilihan. Demi menjaga napas produksi, ia terpaksa menaikkan harga jual ke konsumen.
“Kami tidak punya pilihan. Kalau harga tetap tapi ukuran dikurangi, konsumen juga protes. Tapi kalau harga naik, pembeli berkurang. Situasinya sangat sulit bagi kami,” keluhnya.
Langkah Intervensi Pemkab Wonosobo
Merespons kondisi yang kian mencekik pelaku usaha kecil, Pemkab Wonosobo melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mulai menyiapkan sejumlah langkah mitigasi:
-
Pemantauan Lapangan: Mendalami penyebab pasti macetnya pasokan minyak goreng dari pabrik ke pasar lokal.
-
Operasi Pasar: Menyiapkan skema distribusi komoditas murah jika tren harga terus merangkak naik dalam waktu dekat.
-
Koordinasi Bulog: Memastikan stok bahan pokok tetap tersedia di level aman untuk mencegah kelangkaan.
Lintang menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam jika kondisi ini terus memburuk. “Jika tren kenaikan terus berlanjut, intervensi pasar pasti segera kami lakukan untuk melindungi produsen dan konsumen,” pungkasnya.




