Wonosobo News

Berita Terkini dan Hiburan Wonosobo

ADVERTISEMENT

728 x 90

ADVERTISEMENT

728 x 90

Kelompok Tani
Wonosobo

Wadahi Keluhan Pupuk hingga Harga Fluktuatif, Wabup Wonosobo Gelar Audiensi Bersama 10 Kelompok Tani Kertek dan Kalikajar

Guna menyerap aspirasi dan mencari solusi atas berbagai persoalan di sektor pertanian, perwakilan dari 10 kelompok tani wilayah Kecamatan Kertek dan Kalikajar menggelar silaturrahmi sekaligus audiensi dengan Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husein, di Pendopo Wakil Bupati, Rabu (19/8/2026) malam.

Kelompok Tani
Kelompok Tani dan wakil bupati

Audiensi ini menghadirkan perwakilan kelompok tani Kertek (Margotani Gemawang, Tunas Muda Cangkringan, Loh Jinawi Gemawang, Bintang Muda Pagerotan, Pranoto Tani Rahayu Pagerotan) dan Kalikajar (Sidodadi Pagergunung Butuh Kidul, Giri Mulyo Bowongso, Ngudi Mulyo Semen, Sumber Rejeki Kalikajar, Pelita Tani Kalikajar).

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut pendamping kelompok tani Umar Yusuf, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kertomartani Kertek, Andi Wityanto dan Samsul Kahfi.

Wabup Pahami Solusi Keterbatasan Pupuk dan Fluktuasi Harga

Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husein, menyambut hangat dialog interaktif tersebut. Sebagai figur yang juga berlatar belakang petani, ia mengaku sangat memahami dinamika dan tantangan yang dihadapi para petani di lapangan, mulai dari kelangkaan pupuk bersubsidi hingga fluktuasi harga komoditas pasca-panen.

“Saya juga seorang petani, jadi memahami betul problem yang dihadapi para petani. Saya meminta maaf karena saat ini belum bisa memberi perhatian yang maksimal karena keterbatasan anggaran daerah. Kami berharap ada kebijakan dari pemerintah pusat yang lebih berpihak pada nasib petani di waktu mendatang,” ungkap Wabup Amir Husein.

Dorong Edukasi, Penggunaan Pestisida Sehat, dan Studi Banding

Pendamping kelompok tani wilayah Kertek dan Kalikajar, Umar Yusuf, menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian Wonosobo. Kemajuan pertanian secara langsung menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Umar menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan bagi petani muda terkait kesehatan tanah, nutrisi tanaman, serta penggunaan pestisida yang ramah lingkungan. Selain itu, ia mengusulkan adanya program studi banding bagi kelompok tani lokal ke daerah lain yang sudah berkembang pesat.

“Para petani harus terus diberdayakan agar tidak selalu dipandang sebelah mata. Dengan studi banding ke kelompok tani yang lebih maju, diharapkan petani Kertek dan Kalikajar bisa mengadopsi tata kelola dan mengembangkan kelembagaan kelompoknya,” ujar Umar.

Optimalisasi Pendataan SIMLUHTAN Kementan RI

PPL BPP Kertomartani Kertek, Andi Wityanto, memaparkan pentingnya keterdaftaran kelompok tani dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN) milik Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Sistem ini berfungsi sebagai database nasional terpadu untuk mendata lokasi, jumlah anggota, jenis komoditas, hingga perkembangan kelompok.

Ia menjelaskan syarat dan prosedur pendaftaran SIMLUHTAN bagi kelompok tani:

  • Syarat Keanggotaan & Lahan: Memiliki minimal 20 anggota aktif serta hamparan lahan pertanian yang cukup.

  • Kelengkapan Berkas: Struktur organisasi, fotokopi KTP pengurus dan anggota, berita acara pembentukan kelompok, serta Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) lahan.

  • Mekanisme Pendaftaran: Pengurus mengajukan berkas ke BPP setempat untuk diverifikasi. Admin BPP kemudian menginput data detail mencakup koordinat lahan, luas lahan, dan jenis komoditi untuk menerbitkan ID Kelompok Tani.

Integrasi data ini diharapkan dapat memudahkan kelompok tani dalam mengakses berbagai program bantuan dan penyuluhan dari pemerintah secara tepat sasaran.

error: Content is protected !!