Wonosobo News

Berita Terkini dan Hiburan Wonosobo

ADVERTISEMENT

728 x 90

ADVERTISEMENT

728 x 90

Wonosobo

Setelah 10 Hari Pencarian Massal, Operasi SAR Dua Remaja Hilang di Gunung Bismo Resmi Ditutup dengan Hasil Nihil

Operasi pencarian besar-besaran terhadap dua remaja asal Dusun Krinjing, Desa Krinjing, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, resmi dihentikan. Tim SAR gabungan memutuskan menutup operasi kemanusiaan tersebut setelah melangsungkan penyisiran intensif selama 10 hari berturut-turut di kawasan hutan dan lereng terjal Gunung Bismo tanpa membuahkan hasil.

Keputusan penutupan ini diambil secara resmi pada Sabtu (11/7/2026) pukul 17.00 WIB, menyusul berakhirnya batas waktu reguler serta masa perpanjangan operasi yang telah diupayakan tim penyelamat.

Hari Terakhir: Kerahkan 250 Personel di Enam Titik Prioritas

Koordinator Pos Basarnas Wonosobo, Dani Fitra Maulana, menjelaskan bahwa pada hari terakhir operasi, pihaknya masih mengerahkan kekuatan penuh dengan menerjunkan sedikitnya 250 personel gabungan ke atas gunung.

Berdasarkan hasil evaluasi berkala, tim memusatkan sisa energi pencarian dengan melakukan penebalan penyisiran di enam titik prioritas yang dinilai paling krusial. Namun, medan vegetasi yang rapat dan curam belum juga memberikan petunjuk signifikan.

“Untuk operasi SAR kita tutup, kita lanjut pemantauan dengan hasil nihil. Semua area prioritas berdasarkan hasil evaluasi sudah kami sisir hingga hari terakhir, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan kedua korban,” kata Dani saat memberikan konfirmasi, Minggu (12/7/2026).

Kronologi Singkat Terakhir Terlihatnya Korban

Dua remaja yang dilaporkan hilang tersebut adalah sahabat karib, yaitu Arifin Nurohmat alias Apin (18) dan Yufaidin alias Idin (15). Keduanya diketahui meninggalkan lingkungan rumah sejak Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

  • Petunjuk Awal: Kesaksian warga menyebutkan keduanya berjalan beriringan mengarah ke kawasan hutan Gunung Bismo melalui jalur tradisional Desa Krinjing.

  • Laporan Resmi: Lantaran tak kunjung pulang, laporan kehilangan resmi diterima Basarnas pada 2 Juli 2026, yang langsung direspons dengan pembentukan posko aju dan pengerahan unsur Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan lintas daerah, hingga ratusan warga lokal.

Pihak Keluarga Mengikhlaskan Penutupan Operasi

Sesuai dengan prosedur tetap (Protap) kerja Basarnas, masa pencarian standar 7 hari yang sempat diperpanjang selama 3 hari kini telah digenapi. Dani menambahkan, sebelum penutupan dilakukan, tim SAR telah berkomunikasi secara terbuka dengan memberikan penjelasan komprehensif mengenai teknis pencarian yang sudah diusahakan maksimal di lapangan kepada pihak keluarga.

“Pihak keluarga kemarin bisa menerima untuk penutupan operasi SAR,” imbuhnya.

Meskipun posko dan operasi fisik secara massal ditarik, Basarnas menegaskan tidak akan melepas total kasus ini. Pihak berwenang menyatakan tetap membuka ruang pemantauan secara pasif dan siap berkoordinasi kembali jika di kemudian hari ditemukan indikasi atau perkembangan informasi baru terkait keberadaan Apin dan Idin.

error: Content is protected !!